
Surabaya – Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengunjungi keluarga duka korban dugaan perundungan (Bullying) anak disabilitas hingga meninggal dunia di kawasan Tambak Medokan Ayu Surabaya. Jumat (23/10/2026) pagi.
Dalam kunjungannya, Ahmad Doli didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni dan Achmad Nurdjayanto Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar.
Hadir pula perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Kota Surabaya dan Dinas Sosial Kota Surabaya.
Dalam kesempatannya, Ahmad Doli menyampaikan rasa bela sungkawa secara langsung kepada keluarga duka Zulkarnain Abdil Aziz
“Dan kita juga mewakili masyarakat Indonesia menyampaikan rasa duka atas meninggalnya ananda Zulkarnain (10),” ujar Ahmad Doli dihadapan Selaras Abdul dan Nurul Fadilah orangtua Zulkarnain.
Dia menyayangkan, kenapa kejadian tersebut bisa terjadi apalagi sampai menimpa anak disabilitas tentunya hal itu menjadi keprihatinan.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Ahmad Doli
Kedua, dia mengatakan kedatangannya juga untuk menguatkan keluarga Selaras Abdul dan Nurul Fadilah orangtua Zulkarnain sedang mengalami kesedihan.
“Ini bagian dari kesedihan kami juga dan ingin melibatkan diri untuk membantu keluarga bapak dan ibu ini,” ungkap Ahmad Doli.
Adanya kejadian tersebut, lanjut dia keluarga yang ditinggalkan tentunya akan meminta keadilan ditegakkan seadil adilnya.
“Kira – kira begitu dan kita juga harus bisa menyelesaikan ini secara baik,” imbuh Ahmad Doli.
Terkait dengan pelaku, lebih lanjut dia bahwa semua pihak sudah mengetahui yakni anak – anak dibawah umur 12 tahun.
Namun demikian, menurut politisi Golkar itu, bahwa di dalam undang undang tidak bisa diperlakukan sama dengan orang dewasa.
“Jadi ini menjadi pelajaran yang sangat berharga, enggak boleh lagi terulang,” tutur Ahmad Doli.
Dia menceritakan, pihaknya waktu berada di Pemalang Jawa Tengah ada kejadian serupa dan berharap menjadi peristiwa yang terakhir.
“Ternyata kejadiannya sama pada 12 september, tapi kalau yang ini baru muncul setelah 1 bulan,” kata Ahmad Doli.
Untuk itu, Dia mengingatkan bahwa adanya kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi orangtua yang ada di seluruh indonesia.
“Bapak ibu mari kita jaga anak – anak kita jangan sampai menjadi korban maupun pelaku (Bullying),” tutup Ahmad Doli.
Sementara itu, Selaras Abdul orangtua Zulkarnain menyampaikan, terima kasih atas kunjungan dan bela sungkawa Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Doli.
“Terima kasih atas bela sungkawa, dan keprihatinnya untuk almarhum anak (Zulkarnain) kami,” ujarnya.
Selain itu, kata Selaras, juga kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah menbantu baik doa maupun materi.
“Terima kasih buat seluruh rakyat Indonesia yang sudah membantu kami dengan doa maupun bantuannya,” imbuhnya.
Untuk itu, Selaras berharap pihak berwenang dapat merevisi undang – undang tentang sistem peradilan pidana anak.
“Saya ingin pejabat – pejabat yang berwenang untuk merubah atau merevisi undang – undang sistem peradilan anak usia dibawah 12 tahun,” pungkasnya. (irw)




