beritasurabayaonline.net
Sospol

Diwaduli Warga Surabaya, Ghoni Siap Kawal Selesaikan Persoalan Biaya Pendaftaran SMK

Surabaya – Seorang ibu bersama suami dan anaknya datang menemui anggota DPRD Kota Surabaya. Rabu (13/07/2022).

Pasalnya, warga tinggal di jalan Krukah Lama Gang 4 ini mengaku tidak ada biaya untuk menyekolahkan anaknya masuk ke sekolah SMKN 12 yang dirasa sangat tinggi.

“Mau menyekolahkan anak tapi tidak ada biaya sama sekali,” ucap Hermin Rabu (13/07/2022)

Hermin menceritakan, karena suaminya sehari harinya bekerja di bangunan ini tidak mencukupi membiayai anaknya masuk ke sekolah SMKN 12.

“Anak saya mau masuk sekolah SMKN 12 di Siwalankerto,” ungkapnya

Biaya sekolah yang dibutuhkan untuk anaknya bernama Monika Tari Susanti ini, kata Hermin, sebesar 2.100.080 ribu rupiah

“Itu berupa seragam, buku, kaos kaki, dasi, bed sekolah dan lainnya,” katanya

Karena itu, Hermin mengaku mendapat bantuan dari pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya sebesar Rp 1.300.000.

“Tadi dapat bantuan uang 1.300.000,” katanya.

Jika masih kurang, kata Hermin, dirinya diminta untuk menelpon lagi ke dewan (Komisi C)

“Tadi juga disuruh beli diluar untuk kebutuhan sekolah gitu,” katanya

Meski demikian, Hermin mengucapkan terima kasih kepada komisi C yang telah memberikan bantuan

“Saya terima kasih banyak kepada bapak anggota dewan (Komisi C red),” ucapnya

Anggota Komisi C Abdul Ghoni Muklas Ni’am mengatakan, persoalan ini dirasa terus menggeliat maka itu pemerintah harus hadir

“Kami sebagai wakil rakyat akan mendampingi dan mengadvokasi sampai permasalahan ini hingga tuntas,” ujarnya.

Menurut Ghoni, karena ini merupakan tanggungjawab negara dan pendidikan adalah hak setiap warga negara maka negara harus hadir dalam persoalan apapun.

“Lah bagaimana tujuan negara ini tercapai kalau anak anak didik kita tidak mendapat pendidikan yang baik dan layak,” terangnya

Yang menjadi persoalan, kata legislator PDIP ini, padahal persoalan ini adalah sekolahan negeri.

“Maka dari itu saya secepatnya mendampingi dan menemui kepala sekolah yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Ghoni didampingi Baktiono Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya.   (irw)

Baca juga