beritasurabayaonline.net
Sospol

Jangan Hanya UMKM, Komisi B Minta Juga Tindak Tegas Toko Swalayan Yang Melanggar

Surabaya – Komisi B menggelar rapat terkait penataan toko swalayan yang ada di kota surabaya.

Dalam rapat komisi B mempertanyakan keberadaan UMKM mitra swalayan yang tidak diperbolehkan berjualan lagi dan kafe di dalam toko swalayan.

“Karena para UKM itu diputus hubungan tidak diperbolehkan berjualan lagi,” ujar Luthfiyah Ketua Komisi B. Senin (26/04/2021) usai rapat.

Pihaknya juga meminta kepada Dinas Perdagangan, karena selama ini banyak diketahui izin operasional toko modern yang sudah habis belum ditindak tegas

“Kalau UMKM begitu mudahnya digasruk tidak boleh berjualan lagi,” ujar Luthfiya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar izin toko swalayan atau modern yang sudah habis masa berlakunya ditindak tegas

“Kalau gitu, saya juga minta izin toko modern yang sudah habis maupun tidak berizin harus di gasruk juga,” tegas Luthfiyah

Selain itu, Legislator Gerindra ini juga meminta data perizinan toko modern yang sudah habis masa berlakunya.

“Saya juga minta data toko modern yang yang tidak punya izin,” ungkap Luthfiyah.

Menanggapi sorotan komisi B terkait UMKM Mitra Swalayan dan keberadaan kafe yang ada di toko swalayan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwik Widiati menyatakan sebenarnya pemerintah kota memberikan izin untuk usaha toko swalayan

“Kalau memang ada kafe disitu ini yang perlu kami cermati jauh lebih lagi,” ujar Wiwik Widiati.

Mengenai surat edaran, dia menjelaskan inti dari surat edaran bahwa pihaknya mengevaluasi

“Artinya bahwa kita saat itu tidak bicara lagi soal UMKM,” kata Wiwik

Tetapi, menurut dia, ada bangunan yang hampir semi permanen bangunan baik itu dipakai untuk tempat duduk.

“Hal hal semacam itu yang kami luruskan,” terang Wiwik.

Selain itu, kata dia, disana teras juga sebagai tempat penyimpanan barang barang milik UMKM.

“Seharusnya barang barang mereka (UMKM) disimpan di gudang seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, rapat mengundang Dinas Perdagangan, dan Dinas Koperasi Kota Surabaya serta sejumlah perwakilan toko swalayan ini belum menemukan solusi sehingga rencana rapat akan digelar kembali dalam waktu dekat ini. (irw)

 

Baca juga