beritasurabayaonline.net
Lifestyle

Kedai Bernuansa Pedesaan di Tengah Kota Surabaya

Surabaya – Ditengah menjamurnya bisnis kuliner di Surabaya, dengan berbagai beragam konsep untuk menarik pembeli, ada kedai baru, yang hadir dengan menawarkan kosep yang tak kalah menarik.

Yaitu, konsep alam pedesaan, yang asri dan rindang. Kedai bernuansa alam pedesaan ini, diberi nama Omakaryo yang terletak di jalan Saronojiwo Jiwo Gg II/4 Panjang Jiwo Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

Nuasa alam pedesaan, disajikan secara jenius oleh pengelola kedai Fakhrizan Husainudin. Setidaknya, kedai Omahkaryo ini, memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan kedai yang lain.

Betapa tidak, di tengah kepadatan pemukiman di Surabaya. Masih ada lahan sempit, yang bisa di sulap menjadi kedai bernuansa alam pedesaan, layaknya sebuah kedai sederhana di desa pelosok daerah, yang jauh dari hirup pikuk kota.

Suasana sejuk, dan asri terasa sejak menjejakan kaki di halaman kedai Omakaryo ini. Pohon rindang dipadu  dengan tumbuhan hidroponik dan tumbuh tubuhan lain, menambah kesejukan kedai yang bisa menampung sekitar 50 pengunjung.

Dengan bangunan Joglo di tengah, kemudian bale mirip kedai di jogja, serta hiasan foto dan motor jaman dulu menambah keklasikan kedai ini.

“ Inspirasinya, dari mana saja. ada dari malang, ada dari jogja, apalagi lahannya sudah ada pohon rindang tinggal melengkapi saja,” terang Fakhrizan Husainudin pemilik dan pendiri Kedai Omakaryo.

Tak hanya arsitekturnya yang menarik, nyaman untuk santai dan melepas lelah, tetapi menu makanan yang di sajikan tak kalah menariknya.

Selain enak dan beragam, sajian makan di kendai ini sangat ramah lingkungan. Menu makanan dan minuman di kedai ini, dikemas agar meminimalisir sampah plastik.

Selain itu, pengunjung bisa menemukan banyak tanaman yang siap diolah langsung dan menjadi bahan olahan menu di kedai  ini.

“Disini ada banyak tanaman, mulai dari tanaman pandan, sawi, selada air, kemangi, lombok, bayam dan tanaman lain yang siap diolah,” terangnya.

Fakhiri panggilan akrab, Fakhrizan Husainudin memaparkan, bahwa kedai yang didirikannya tidak hanya ingin menjual produk kuliner, tapi juga memiliki  kepedulian terhadap lingkungan. Adapun, misi kepedulian terhadap lingkungan yang dimaksud ialah menerapkan zero plastic, dan cinta alam.

Fakhri menjelaskan upaya untuk menerapkan zero plastic ini, bukan hal yang mudah, pasalnya masyarakat sudah terbiasa dengan penggunaan plastik di setiap aktivitasnya.

“Perlahan kita mencoba, mengedukasi dan meminimalisir penggunaan plastik,” terang Fakhri yang juga Alumnus Universitas Airlangga.

Pemberian nama Omakaryo ini juga tidak sembarangan, Omakaryo memiliki makna sendiri yaitu Oma artinya rumah dan karyo adalah karya. Bisa disimpulkan Omakaryo artinya rumah untuk berkarya.

“Harapannya kedai ini akan menjadi tempat anak muda dalam berkarya, menyelesaikan tugas dan lainnya. Jadi tidak hanya tempat nongkrong saja,”katanya sembari tertawa.

Fakhri juga berharap, ke depan kedai yang dibanggunnya ini bisa dijadikan role model kedai-kedai lain agar tergerak untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik.

Selain itu, ia juga berharap kedai yang dirintisnya ini, bisa bekerjasama dan membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. (bro)

Berita Terkait