beritasurabayaonline.net
Sospol

Pastikan Soal Perizinan, Mahfudz Tinjau Pasar Induk Sidotopo

Surabaya – Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz melakukan peninjauan  di Pasar Induk Sidotopo (PIS) pada Senin (3//9/2022).

Pasalnya, pasar induk Sidotopo (PIS) ini dikabarkan belum memiliki izin, namun sudah beroperasi sejak dua minggu lalum

“Kita tahu bahwa pasar ini akan bisa menjadi polemik,” ujar Mahfudz kepada wartawan saat dilokasi pasar induk Sidotopo.

Kata Mahfudz, pihaknya mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa ada pasar induk Sidotopo sudah mulai beroperasi.

“Ternyata pasar (PIS) ini belum ada izinnya,” katanya

Oleh karena itu, menurut Politisi PKB ini, artinya pemerintah kota harus tegas dan pengusaha juga harus menghormati pemerintah kota.

“Ketika pasar (PIS) ini belum ada izinnya seharusnya tidak boleh ada aktifitas,” tuturnya.

Lanjut Mahfudz, Hal itu tidak hanya berlaku untuk pasar induk sidotopo, tetapi berlaku juga bagi seluruh pasar manapun supaya tidak menjadi polemik.

“Makanya saya datang kesini untuk memastikan apakah pasar ini ada izinnya atau tidak dan nanti hari Kamis besok kami akan dihearingkan,” katanya.

Selain ingin memastikan izin, kata Mahfudz pihaknya hanya ingin mengetahui apakah ada aktifitas atau belum di pasar induk Sidotopo tersebut.

“Ternyata, sudah ada aktifitas sejak 2 minggu,” ungkapnya.

Soal izin yang dipersoalkan, Mahfudz menambahkan, izin pembangunan menurutnya, karena izin tersebut akan menjadi pintu masuk untuk izin yang lainnya.

“Berdasarkan komentar dari pak Kadis itu, bahwa izinnya masih dalam proses,”  katanya.

Jika izin masih dalam proses, menurut Mahfudz, seharusnya tidak boleh ada aktifitas

“Lah lek sek mokong, yok opo cara ne, ojok tebang pilih kan gitu,” tuturnya

Salah satu pedagang bernama Jaya mengaku, dirinya berjualan sudah sejak dua minggu lalu.

“Baru 2 Minggu ini saya berjualan disini,” kata Jaya saat ditemui wartawan.

Jaya menceritakan, sebelum berjualan di pasar induk sidotopo, dirinya berjualan buah di pasar induk osowilangon

“Di osowilangon itu terlalu jauh, apalagi lagi kondisinya sekarang sepi,” keluhnya

Oleh karena itu, Pria berasal dari Bali ini memutuskan untuk pindah berjualan di pasar induk Sidotopo dirasa nyaman sebab tidak terlalu jauh.

“Disini (Pasar Induk Sidotopo red) enak tempatnya tidak terlalu jauh, supaya dagangan saya bisa laku,” katanya.

Sementara itu, Pengelola Pasar Induk Sidotopo saat dikonfirmasi tidak berada di kantornya.

“Pengelolanya tidak ada di kantor sedang keluar semuanya mas,” ucap salah satu komandan keamanan pasar induk  Sidotopo. (irw)

Baca juga