beritasurabayaonline.net
Sospol

Wajib Swab Test Bagi Warga dan Pendatang, Fraksi Golkar : SOPnya Harus Jelas dan Rasional

Surabaya – Mendengar informasi terkait warga surabaya setelah berpergian dari luar kota selama 7 hari lebih dan pendatang masuk ke surabaya wajib tes swab.

Menurut Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya Akmarawita Kadir, sebaiknya menunggu surat edaran, kalau itu dikatakan wajib.

“Berarti semua warga pendatang yang masuk surabaya harus di swab ? ,” ujar Akmarawita Rabu (16/09/2020) kepada wartawan.

Bukan hanya pendatang, kata ia, semua warga surabaya setelah berpergian dari luar kota selama 7 hari juga di swab.

“Saya ingin melihat SOP nya seperti apa, jangan nanti tambah keresahan warga karena tidak ada SOP yang jelas,” terangnya.

Sekretaris Komisi D ini juga menyoroti pembukaan Labkesda kemarin, menurutnya banyak warga surabaya yang ingin swab test yang dikabarkan gratis.

“Tapi ternyata banyak warga yang ingin swab test disana belum bisa dilayani karena belum siap,” ungkap Akmarawita

Ia pun juga berpikiran ada ratusan bahkan ribuan warga yang masuk surabaya baik pendatang maupun warga surabaya sendiri setiap hari

“Mereka (warga) masuk melalui moda transportasi seperti bus, pesawat, kapal laut, bahkan pakai kendaraan pribadi, dan lain sebagainya,” kata Akmarawita

Kalau diwajibkan swab, menurut ia sangat bagus untuk menekan penyebaran covid-19 dan pihaknya ingin melihat SOP dan SDMnya.

“Kita ingin melihat SOP nya itu bagaimana dan SDM yang memeriksa masuknya warga ke surabaya seperti apa ?,” kata Akmarawita

Kalau di bebankan ke RT/RW lagi, lanjut ia, bagaimana mekanisme apakah RT/RW punya akses untuk mendeteksi warga yang masuk surabaya.

“Ketika di swab, kan menunggu hasil sekitar 1-2 hari, nah selama menunggu warga yang di swab seperti apa ?,” kata Akmarawita

Lanjut ia mempertanyakan, apakah sudah di pikirkan antrian swab di labkesda nanti, misalkan semua pendatang diarahkan ke labkesda

“Ini harus jelas, jangan sampai program yang bagus ini hanya di kerjakan asal – asalan saja,” kata Akmarawita.

Terpenting, kata ia, kota surabaya sudah ada labkesda dan sudah wajib swab, artinya menurut ia, jangan cuma cover judulnya yang bagus,

“Tetapi isinya tidak jelas malah bingungkan warga,” kata Akmarawita.

Untuk itu, ia berharap kepada pemkot untuk segera membuat SOPnya harus serasional mungkin agar tidak memberatkan warga meskipun gratis tetapi kalau warga disuruh riwa-riwi, kesana kemari dan menimbulkan menunggu antrian lama.

“Itu juga termasuk salah satunya memberatkan warga, jika setelah ada SOP segera disosialisasikan agar tidak dibuat resah dan bingungkan warga,” tutur Akamawita.   (irw)

Baca juga