
Surabaya – Ada sebuah pelajaran sederhana namun begitu berarti dalam setiap langkah kegiatan sosial. Ketika kita datang untuk membantu satu orang, sering kali kita justru dipertemukan dengan saudara lain yang juga membutuhkan uluran tangan.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., saat usai mengantarkan bantuan kursi roda dan sekaligus alat bantu untuk berjalan di Kota Surabaya, Kamis (8/10/2026).
Budi Leksono yang biasa akrab disapa Buleks mengatakan saat mengantarkan bantuan kursi roda untuk Mardwi Sasongko, dirinya bersama Camat dan Lurah mendapat cerita dari RT dan RW setempat bahwa ada warga lain bernama Nunik Pujianti yang juga sedang sakit dan membutuhkan alat bantu untuk berjalan.
“Saat mengantarkan bantuan kursi roda untuk Bapak Mardwi Sasongko, saya bersama Pak Camat dan Pak Lurah mendapat cerita dari RT dan RW setempat mengenai seorang warga, yaitu Ibu Nunik Pujianti yang sedang mengalami sakit dan membutuhkan alat bantu untuk berjalan,” katanya.
“Ternyata, rumah Ibu Nunik berada tepat di depan rumah Bapak Mardwi Sasongko,” imbuhnya.
Buleks mengatakan, Nunik Pujianti ini membutuhkan egrang kaki empat (alat bantu jalan, red) agar dapat lebih mudah bergerak dan menjalani aktivitasnya sehari-hari.
“Mendengar cerita tersebut, hati kami pun tergerak. Rasanya, tidak mungkin kita hadir membawa kepedulian untuk satu warga, sementara di depan mata ada warga lain yang sedang berjuang dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Inilah Makna Sesungguhnya dari Kepedulian Sosial
Menurut Buleks, Sebuah kebaikan tidak berhenti pada satu pintu karena suatu kebaikan harus tetap terus berjalan dengan mengetuk pintu-pintu lain, dan hadir bagi siapa pun yang membutuhkan.
“Semoga bantuan yang nantinya diberikan kepada Ibu Nunik dapat menjadi sedikit jalan untuk meringankan kesulitannya, dan memberikan rasa aman saat berjalan, serta menumbuhkan semangat untuk terus menjalani hari-hari dengan penuh harapan,” ungkapnya.
Tak lupa Buleks juga menyampaikan terima kasih kepada RT dan RW yang telah peduli menyampaikan kondisi warganya.
“Kepedulian seperti inilah yang membuat kita semakin memahami bahwa masih banyak saudara di sekitar kita yang membutuhkan perhatian,” jelasnya.
Buleks mengajak masyarakat untuk selalu merawat semangat gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan terhadap sesama.
“Mari terus kita rawat semangat gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan,” terangnya.
“Karena terkadang, bantuan yang terlihat sederhana bagi kita, bisa menjadi begitu berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” tambahnya.
Terakhir, Buleks mengungkapkan, berbuat baik tidak harus menunggu mampu melakukan hal besar. Cukup mulai dari melihat, mendengar, peduli, lalu segera bergerak demi kemanusiaan.
“Semoga setiap langkah kecil dalam kepedulian ini menjadi manfaat, membawa kebahagiaan, dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya. (*)




