
Surabaya – Pengurus Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara masa bakti 2026 – 2031 resmi dilantik oleh dewan pendiri komite pada Sabtu (29/8/2026) pagi
Pelantikan tersebut dihadiri oleh Bakesbangpol, dan anggota DPRD Kota Surabaya dari fraksi PSI serta tokoh lintas agama bertempat di lantai 1 Pasar Atom.
Dalam prosesi pelantikan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.
Kemudian menampilkan Tari Remo Jawa Timur, disusul dengan enam tarian dari daerah Nusa tenggara timur (NTT) menambah kemeriahan acara.
Ketua Umum Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara Periode 2026 – 2031 Evi Ekawati mengatakan, bahwa Komite ini memiliki program simpel sebagai wadah pemersatu.
“Langkahnya cuma simple, kita ini wadah, kita ini ibu, kita enggak pakai yang ruwet ruwet,” kata Evi Ekawati yang akrab disapa Mama Evi usai dilantik
Untuk itu, Mama Evi berkeinginan untuk mengajak berkumpul sekaligus melihat bagaimana anak – anak muda sekarang.
“Apalagi melihat penampilan anak – anak muda tadi, saya sempat menangis (Terharu),” katanya.
Ternyata, Mama Evi mengungkapkan bahwa indonesia kaya budaya mulai dari tarian, baju daerah dan lain sebagainya
“Saya kuatir kalau (Budaya) ini tidak ada yang melestarikan,” ungkapnya.
Apalagi diera digital saat ini, Mama Evi menambahkan semakin marak sehingga pihaknya sebagai seorang ibu memiliki kewajiban untuk memberikan wadah.
“Yaitu mengumpulkan semua anak – anak muda untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Pendiri Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara Donal Ariyanto Davidson Retta menambahkan, pihaknya menggelar pelantikan pengurus Komite Pemersatu Suku – Etnis Nusantara masa bakti 2026 – 2031.
“Dimana pengurus komite ini akan bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing – masing,” tuturnya.
Menurut Davidson, pengurus Komite Pemersatu ini bukan hanya jabatan melainkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Meski demikian, ia berharap pengurus komite pemersatu ini akan menjadi contoh teladan untuk pemersatu suku Nusantara.
“Karena (Pemersatu Suku) ini baru pertama kali di indonesia,” pungkas Davidson. (irw)




