beritasurabayaonline.net
Sospol

Dirasa Kesulitan Penggunaan Sirkuit di GBT untuk Latihan, IMI Jatim Berharap Disbudporapar Bisa Membuka Diri

Surabaya – Penggunaan Sirkuit di Gelora Bung Tomo (GBT) agar bisa digunakan untuk para penyelenggara event maupun klub motor untuk latihan tanpa ada kesulitan.

Hal itu disampaikan oleh Bambang Hari Wibowo Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur

“Jadi seperti itu,” ujarnya ditemui usai rapat koordinasi dengan Komisi D dan Disbudporapar Kota Surabaya. Rabu (15/06/2022)

Menurut Bambang, pihaknya sebagai IMI Jatim banyak menerima pengaduan baik dari penyelenggara maupun klub motor tidak bisa menggunakan lahan sirkuit di GBT.

Karena itu, Bambang berharap, supaya Disbudporapar bersedia membuka diri bagi anak anak untuk latihan di sirkuit GBT dengan baik tanpa ada kerepotan.

“Intinya seperti itu,” terangnya

Selama ini, Bambang mengaku sangat, kesulitan karena ada pembatasan waktu latihan apalagi harus ada surat menyurat yang dirasa menyusahkan.

“Kalau masalah event, surat menyurat itu sudah biasa,” katanya

Tetapi untuk latihan setiap hari, kata Bambang, bisa dibuka untuk anak anak latihan meski dikenakan retribusi tidak masalah.

“Tidak masalah (Retribusi red) yang penting bisa dipakai untuk latihan anak anak,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga serta Kepariwisataan (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menegaskan, sebenarnya sejak 1 Januari 2022 semua event IMI masuk.

“Tidak ada penolakan, sampai hari ini pun kami tidak pernah menolak,” ujarnya

Bahkan warga ber KTP Surabaya atau  bukan setelah mendapat rekom dari IMI kata Wiwiek, semuanya bisa masuk.

“Jadi tidak ada masalah mestinya ya,” terangnya

Dalam rapat koordinasi ini, kata Wiwiek, pihaknya mendapatkan masukan tentang managament pengelolaan sebuah sirkuit yang dirasa sangat penting

“Ini saya pikir itu penting ya,” katanya

Ketika managament dibangun, menurut Wiwiek, akan melakukan kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk sirkuit yang optimal secara bertahap

“Kita akan melengkapi dengan cara bertahap ya,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Akamarawita Kadir mengatakan, hal itu kemungkinan ada kegiatan yang overload karena sebelumnya ada dua dinas tapi sekarang menjadi satu.

“Saya pikir masalah komunikasi yang belum pas gitu,” ujarnya.

Selain masalah komunikasi, menurut legislator Golkar ini, kemungkinan ada event event seperti kejurnas dan lain lainnya

“Intinya sudah ada titik temu antara IMI dengan Kepala Dinas Ibu Wiwiek tadi,” terangnya

Hal itu agar tidak terulang lagi, kata Akamarawita, IMI sudah mengeluarkan unek uneknya sehingga akan membuat list tertulis mengenai permasalahan yang muncul selama ini.

“Masalah biaya dan masalah teknis intinya juknisnya juga merenjak kegiatan baik itu setahun dan sebagainya,” katanya.

Dari list permasalahan ini, kata Akamarawita, akan di follow-up dan dibicarakan dengan Kadisbubporapar bersama timnya

“Jadi nanti dicarikan solusi yang bisa langsung diadopsi,”katanya.

Tetapi jika keinginan IMI seperti ini kata Akamarawita, kemungkinan terbentur oleh peraturan daerah (Perda) namun akan dicarikan solusi

“Solusinya seperti apa gitu,” katanya

Adanya hal itu, menurut Akamarawita, akan ada titik temu satu juknis sehingga klub motor yang dibawah naungan IMI bisa menggunakan GBT.

“Karena inikan tujuan utamanya adalah¬† anak anak muda tidak melakukan balapan liar yang bisa merugikan masyarakat,” pungkasnya. (irw)

Berita Terkait