Dua Atlet Pemanah Meriahkan Pembukaan UCLG ASPAC

oleh

Surabaya – Pembukaan acara United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pacific (Aspac) 2018 di Dyandra Convention Center, dilakukan dengan meriah. Berbagai pertunjukkan mampu menghibur sekitar 1.200an peserta dari beberapa negara anggota dan para tamu undangan.

Sejumlah pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya turut berpartisipasi dalam acara pembukaan tersebut. Di antaranya, Grup Drum Band Gita Rama Shinta dari SMPN 1 Surabaya, Refalina Azara Putri dari SD Al Falah, serta Naufal Faruq Aldilah dari SMPN 1 Surabaya. Dua nama terakhir tampil sebagai pemanah.

Drum Band Gita Rama Shinta tampil membawakan dua lagu sambil mengiringi tamu VVIP masuk ke ruangan. Lagu pertama berjudul Surabaya Oh Surabaya dan lagu kedua berjudul I Love You Baby yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra.

“Sebelum tampil tadi tegang. Tapi setelah tampil lega dan plong. Kemudian muncul rasa bangga karena ditonton oleh Wali Kota Surabaya, Gubernur DKI, dan tamu undangan dari seluruh dunia,” kata salah satu personel Gita Rama Shinta, Faris Alif Indiarto, saat ditemui usai tampil, Kamis, (13/09/18).

Hal yang sama juga diungkapkan Habil Prasetyo, salah satu personil Gita Rama Shinta. Menurut dia, sebelum tampil di acara UCLG Aspac 2018 ini, timnya berlatih selama tiga minggu. Ia mengaku, latihan selama tiga minggu itu untuk menghafal dua lagu yang dibawakan. Dua lagu itu, selama dua tahun ini sudah pernah dipelajari. “Lagu ini dihafalin lagi sama menyerasikan musiknya dan tambah-tambahan visual lain,” tuturnya.

Rasa tegang juga sempat menghampiri Refalina Azara Putri dari SD Al Falah, serta Naufal Faruq Aldilah dari SMPN 1. Keduanya yang didapuk sebagai pemanah ini, khawatir meleset saat memanah balon agar meletus, sekaligus membuka banner bertuliskan 7th UCLG Aspac Congress.

“Sebelum memanah muncul rasa khawatir dan grogi kalau tidak kena balonnya. Apalagi ini dilihat banyak orang,” kata Refalina yang masih duduk di kelas 6 SD ini.

Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Keduanya memanah dengan tepat sasaran dalam satu kali tembakan. “Saya senang sekali bisa menembak tepat sasaran, meski tadi agak grogi karena banyak orang yang melihat,” ujar Naufal yang belajar memanah sejak kelas 3 SD. (red/hum)