beritasurabayaonline.net
Peristiwa

Fungsikan Kembali Saluran Air, Ratusan lapak Pedagang Kayu Dupak Dibongkar

foto satpol pp surabaya membantu pembongkaran lapak pedagang kayu
foto satpol pp surabaya membantu pembongkaran lapak pedagang kayu

Surabaya – BSO – Pembongkaran ratusan lapak pedagang kayu (PKL) bertujuan untuk normalisasi saluran air sungai babadan di sepanjang jalan Dupak Surabaya berlangsung dengan lancar berkat partisipasi kesadaran dari pedagang hal ini disampaikan oleh Kasatpol PP Kota Surabaya saat memimpin pelaksanaan pembongkaran.

“Pagi hari ini kita (Satpol PP) Surabaya melaksanakan pembongkaran lapak pedagang kayu berlangsung lancar bertujuan untuk normalisasi saluran air,” Ujar Irvan Widyanto Kasatpol PP Kota Surabaya.

foto pembongkaran lapak pedagang kayu jln dupak surabaya
foto pembongkaran lapak pedagang kayu jln dupak surabaya

Pembongkaran lapak pedagang kayu berlangsung lancar ini, berkat partisipasi warga yang selama ini menjadi pedagang kayu, artinya mereka (Pedagang) secara aktif dengan sadar melakukan pembongkaran sendiri dibantu anggota Satpol PP Surabaya serta petugas yang lainnya.

“Ada 139 lapak pedagang kayu (PKL) dengan sadar membongkar sendiri yang berdiri di atas saluran air ini dibantu dengan petugas,” Katanya. Selasa (18/07/2017) pada wartawan dilokasi pembokaran.

foto alat berat melakukan pengerukan saluran air sungai babadan di jalan dupak
foto alat berat melakukan pengerukan saluran air sungai babadan di jalan dupak

Pembongkaran sebanyak 139 lapak pedagang kayu (PKL) ini karena berdiri diatas saluran termasuk saluran sekunder yaitu saluran babadan dan saluran ini sangat berpengaruh terhadap pengendalian genangan yang ada dikawasan jalan demak, dupak, bubutan, tembok dukuh dan kawasan di jalan semarang.

“Pembongkaran Lapak pedagang kayu ini karena berdiri diatas saluran air yang sangat berpengaruh terhadap pengendalian genangan di beberapa kawasan sekitarnya,” Tegasnya.

Sebelum dilakukan pembongkaran, Satpol PP Surabaya sudah melakukan sosialisasi lebih dulu bahkan dilakukan beberapa kali pertemuan dengan pedagang kayu, sedangkan untuk relokasi membutuhkan waktu, tetapi sudah disediakan tempat penitipan sementara ditempat pergudangan di jalan tanjung sari.

“Sebenarnya ini bukan relokasi, tetapi disediakan tempat penitipan sementara di pergudangan milik satpol pp di jalan tanjung sari no 11 surabaya,” Pungkasnya.

foto satpol pp surabaya membantu pembongkaran lapak pedagang kayu
foto satpol pp surabaya membantu pembongkaran lapak pedagang kayu

Salah satu perwakilan pedagang Budi Leksono menyampaikan, Memang sebelum dilakukan pembongkaran, sudah melakukan sosialisasi lebih dulu, ini merupakan bentuk upaya pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yang mana sebelumnya terdengar kabar, bahwa pedagang banyak yang menolak.

“Alhamdulillah, pada prinsipnya mereka (Pedagang) sudah mau menerima dengan sadar dan sebagain besar membongkar sendiri,” Ujarnya

Budi Leksono mengatakan, Secara pribadi dirinya selama ini hanya membantu melakukan mediasi saja apa yang menjadi keinginan pedagang dan sekaligus ikut mendukung progam pemerintah kota (Pemkot) Surabaya tentang mengembalikan fungsi normalisai saluran sungai ini.

“Nantinya setelah ini apa yang diharapkan pedagang terkait relokasi segera bisa terwujud sehingga pedagang bisa berjualan dilokasi yang baru karena ini masalah perut,” Katanya.

foto pedagang kayu dengan sadar membongkar lapaknya
foto pedagang kayu dengan sadar membongkar lapaknya

Ditemui dilokasi pembongkaran, salah satu pedagang mengatakan, Dirinya hanya bisa pasrah menerima dengan sadar dan berharap kepada pemerintah kota (Pemkot) untuk segera mencarikan tempat atau lahan relokasi untuk para pedagang agar bisa berjualan lagi di tempat lokasi yang baru.

“Mau gimana lagi, Saya menerima saja, tetapi berharap kepada pemkot surabaya untuk segera mencarikan tempat relokasi agar bisa berjualan lagi,” Ucap Herman dewanto yang berjualan selama 20 tahun lebih ini.

Sementara itu, Pembongkaran lapak pedagang kayu (PKL) berdiri diatas saluran air sungai babadan di jalan dupak surabaya ini berlangsung lancar dengan menerjukan sebanyak 450 personil gabungan terdir dari Satpol PP Surabaya, anggota Polrestabes Surabaya, anggota linmas Surabaya, Dinas PU dan anggota Dishub Surabaya. (irw)

Baca juga