
Surabaya – Sejumlah mitra jagal menyampaikan keluhannya di dalam rapat bersama Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (6/7/2026) siang.
Mereka menyoroti terkait fasilitas rumah potong hewan (RPH) Perseroda Kota Surabaya yang ada di Tambak Osowilangun.
Selain itu, mereka juga memberikan alarm jika tuntutannya tidak dipenuhi akan melakukan mogok kerja besar besaran jilid 2 dalam waktu dekat.
Perwakilan mitra jagal, Abdullah Mansyur mengatakan, asosiasi jagal se kota Surabaya hari ini menyampaikan keluhan kepada komisi B DPRD Kota Surabaya.
“Tapi saya ingin menyampaikan alarm dalam waktu dekat ini kami akan demo mogok kerja besar besaran jilid 2,” kata Abdullah usai rapat.
Meski demikian, Abdullah menyadari bahwa dalam aksinya nanti dapat mengganggu stabilitas perekonomian kota Surabaya bahkan secara nasional.
“Karena apa, apabila tuntutan kami di dalam tidak bisa diselesaikan secara cepat,” ungkapnya.
Abdullah mengungkapkan ada beberapa tuntutan, pertama adalah operasional RPH harus dikembalikan ke tempat yang lama (Pegirian).
Menurut ia RPH Tambak Osowilangun belum memenuhi standart, terbukti masih ada fasilitas yang kurang memadai.
“Contoh genangan darah (Sapi) yang ada di tempat pemotongan tidak mengalir secara maksimal,” katanya
Kedua, lanjut Abdullah peralatan untuk pengangkut daging setelah pemotongan, belum berfungsi secara maksimal dan membutuhkan tenaga ekstra.
“Dan yang paling urgent adalah akses jalan RPH Tambak Osowilangun,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, bahwa ketika ada penolakan pemindahan RPH ke Tambak Osowilangun, Pemerintah Kota selalu berkomitmen.
“Bagaimana caranya untuk memberikan fasilitas itu,” katanya.
Menurut Abdullah, karena distribusi daging dari tambak osowilangun ke pasar pasar tradisional mengalami hambatan luar biasa.
“Kita setiap hari berperang dengan kemacetan sehingga distribusi daging tidak maksimal,” katanya.
Menanggapi itu, Direktur Utama (Dirut) PT RPH Perseroda Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, RPH sangat memahami apa yang menjadi keresahan mitra jagal.
“Dari sekian masalah itu sebenarnya hanya fokus pada elevasi lantai yang harus diselesaikan solusinya,” kata Fajar.
Meski demikian, kata Fajar bahwa Komisi B sudah memberikan arahan untuk menyelesaikan persoalan elevasi lantai.
“Itu harus dibuatkan kemeringan sehingga darah dan genangan bisa masuk ke parit,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut fajar DPRKPP diberikan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan bahkan RPH akan tetapi mengawal sehingga selesai tepat waktu.
“Dan bagi kami asal tidak mengganggu aktifitas pemotongan di RPH Surabaya,” harapnya.
Menurut ia, karena bagi RPH jika tidak melakukan pemotongan kebutuhan daging akan terganggu.
Bahkan saat ini, ia menyebut bahwa kebutuhan tenaga pemotongan mulai terbatas dan diharapkan pemotongan tetap berjalan.
“Tapi asal tidak mengganggu pekerjaan seperti apa yang disampaikan oleh DPRKPP tadi tidak mengganggu,” katanya.
Untuk itu, Fajar berharap semoga pekerjaan perbaikan elevasi lantai bisa berjalan sesuai rencana dan RPH tetap akan mengawal
“Dan tidak sampai mengganggu operasional pemotongan di RPH osowilangun,” katanya.
Menanggapi aksi mogok kerja mitra jagal, Fajar menegaskan pihaknya sangat memahami.
Namun kondisi mitra jagal saat ini menurut ia sedang kesulitan mendapat pasokan sapi hidup di beberapa tempat.
“itu mereka sudah mengurangi pemotongan karena sapinya sudah enggak ada,” katanya.
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa sebenarnya fokus permasalahan tersebut hanya kelangkaan sapi.
Namun jika itu di tabrakan dengan fasilitas, menurutnya, kurang pas karena ini masalah penyelesaian fasilitas RPH TOW.
“Jadi tidak ada alasan untuk tidak motong,” katanya.
Sementara itu, Anggota komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta mengatakan mitra jagal mengeluhkan fasilitasi rumah potong hewan yang baru di Tambak Osowilangun
“Contohnya ada elevasi tidak sesuai pasca pemotongan ada genangan yang tidak bisa keluar dengan baik,” katanya.
Karena itu, menurut legislator PSI ini perlu ada evaluasi untuk perbaikan termasuk peralatan katrol dan lain sebagainya.
“Termasuk kondisi bangunan yang kurang memadai,” ungkap Yuga.
Untuk itu, Yuga berharap rapat ini menjadi sebuah momentum bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk evaluasi
“Dan memperbaiki sarana dan prasarana RPH di Tambak Osowilangun,” tuturnya.
Yuga juga berpesan mitra jagal yang sudah pindah ke RPH Tambak Osowilangun harus tetap menjaga dan beraktifitas dengan baik.
“Dan kami tadi juga memberikan masukan ke DPRKPP untuk segara memperbaiki fasilitas RPH Tambak Osowilangun,” pungkasnya. (irw)




