beritasurabayaonline.net
Peristiwa

Paguyuban Arek Suroboyo Wadul Dewan Tolak PSBB Surabaya Tahap III

Surabaya – Belasan warga tergabung dalam paguyuban arek suroboyo mendatangi kantor DPRD Kota Surabaya untuk mengadu terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota surabaya.

Pasalnya PSBB surabaya dinilai sangat tidak efektif sehingga berdampak terhadap perekonomian maupun tempat usaha lainnya oleh sebab itu PSBB di Surabaya harus segera diakhiri.

“Keinginan kami bahwa HUT Surabaya nanti 31 Mei menjadi New Surabaya (Surabaya Baru) tetap memakai masker, sosial distinacing, jaga jarak dan cuci tangan, itu keinginan kami yang menginginkan PSBB di surabaya diakhiri yang tidak efekti betul kami menolak,” teriak Kusnan Rabu (27/05/2020) siang.

Koordinator Paguyuban Arek Suroboyo M Sholeh mengatakan, intinya kedatangan di kantor DPRD Surabaya menolak PSBB tahap ke III karena menurutnya tidak efektif terbukti tidak mampu menekan penyebaran covid-19.

“Kedua, PSBB justru mematikan ekonomi orang orang kecil, kalau pejabat tidak makan seminggu masih punya tabungan,” katanya.

Tetapi kalau orang orang kecil seperti gojek online, warung, tukang becak ini tidak mendapat bantuan sama sekali pada PSBB tahap I maupun II, apalagi PSBB tahap III.

“Ibaratnya nyawa sudah ada di leher,” ungkapnya.

Maka itu, M Sholeh menjelaskan, warga yang datang kesini menyampaikan aspirasinya kepada Ketua dewan supaya ada langkah dan dewan tidak diam, selama ini dewan tidak melakukan apapun terkait PSBB.

“PSBB ini murni eksekutif tanpa ada pantuan dan kontrol, apakah pelaksanaan PSBB benar atau tidak sehingga orang tidak boleh duduk berdampingan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Intinya, pihkanya menolak agar Gubenur (Jaw Timur) segera mencabut PSBB tahap ke III, dan solusi pihaknya sudah ditawarkan oleh Presiden yaitu new normal, biarkan masyarakat ini beraktifitas dan kerja mencari uang tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Menggunakan masker, sosial distancing, itu semua akan dilakukan dan mudah mudahan ada komitmen, tapi kalau yang dimakan saja tidak ada gimana mau taat aturan,” pungkasnya.

Sementara itu, kedatangan belasan warga tergabung dalam Paguyuban Arek Suroboyo menyampaikan aspirasinya langsung diterima dan ditemui oleh Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya ini, mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan berlangsung tertib.   (irw).

Baca juga