beritasurabayaonline.net
Sospol

PDAM Fokus ke Pelanggan, Soal Gugatan Akan Dipertimbangkan

Surabaya – Jebolnya pipa PDAM akibat proses pembangunan kampus UIN Sunan Ampel (UINSA) dikawasan Tambak Sumur Gunung Anyar Surabaya yang dikerjakan oleh salah satu kontraktor.

Atas kejadian tersebut banyak orang yang menanyakan langkah apa yang akan dilakukan oleh PDAM, namun pihak PDAM akan fokus dengan kepentingan pelanggan (PDAM).

“Saya mohon izin, saya sangat fokus dengan kepentingan pelanggan (PDAM) ,” ujar Mujiaman Sukirno. Selasa (19/05/2020) saat ditemui diruang kerjanya.

Menurut Mujiaman, pelanggan harus diselesaikan dahulu dan kalau sudah selesai benar benar tuntas, pihaknya monggo mempersilakan bagaimana duduk perkaranya dan pihaknya mengaku siap.

“Saya siap, dan ini masih ada dua hari lagi masih ada masalah kenapa ? ,” ungkapnya.

Mujiaman menjelaskan, karena buntu ada tanah ke meteran dan segala macam itu masih panjang, kalau ada pipa jebol orang PDAM sungguh luar biasa kecapekan dan sangat merugikan pelanggan (PDAM)

“Jadi paling yang dirugikan adalah pelanggan (PDAM) apalagi ada covid-19 kebutuhan makanan menjadi berkurang tentu yang paling menderita masyarakat,” paparnya.

Dari itu, jika da pendapat kenapa tidak diberi pelajaran dan lain sebagainya, pihaknya mengaku mungkin betul, kenapa belum tentu betul, karena melihat dulu sistim perizinannya bagaimana.

“Yang jelas saya sejak di puri masa ada masalah kita sudah komunikasi dengan pak rektor dan ibu walikota tapi ternyata jalan, kita tidak tahu yang ada didalamnya,” kata Mujiaman.

Pihaknya juga menyampaikan mohon maaf dengan segala kekurangan dan kelebihannya hal itu bisa terjadi dan ini adalah managamen resiko semua orang yang belajar bisnis

“Pelajaran yang utama selain pengembangan usaha segala macam efesiensi dan efektifitas managamen resiko,” ungkapnya.

Resiko yang paling berat, menurut Mujiaman, adalah resiko berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan ini benar benar bagi pengusaha harus (Maaf) sensitif dan mohon maaf bukannya menguruhi.

“Resiko pertama adalah keselamatan kerja, keselamatan lingkungan dan lingkungan masyarakat dan ini jangan sampai kita kesampingkan, baru berikutnya resiko aset, dan nomer saja adalah nyawa,” katanya.

Ditanya apakah PDAM akan mengambil langkah gugatan, Mujiaman menyatakan akan mempertimbangkan dan melihat situasi dan kejadiannya seperti apa, tapi yang jelas tuntutan masyarakat untuk itu ada juga beberapa elemen sudah melakukan gugatan.

“Saya akan pertimbangkan melihat situasi dan kejadiannya seperti apa, dan ada juga beberapa elemen sudah melakukan gugatan,” pungkasnya. (irw)

Baca juga