beritasurabayaonline.net
Pemerintahan

Pemkot Berencana Kembangkan Wisata Religi Sunan Ampel

Surabaya – Wisata religi Sunan Ampel selalu ramai dikunjungi para peziarah dari seluruh daerah di Indonesia. Setiap hari para peziarah selalu datang ke makam Sunan Ampel tersebut.

Oleh karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana untuk membuat nyaman para peziarah dengan mengembangkan destinasi wisata yang tak pernah sepi peziarah itu.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk warga sekitar Ampel. Karena nantinya konsep besar akan menjadikan little Makkah. Sehingga perlu pengembangan obyek itu. Pengembangan itu nantinya akan mengalihfungsikan bangunan seperti rumah potong hewan (RPH) Pegirian ke Tandes.

“Kita sudah punya konsep nanti kita pindahkah RPH Pegirian. Tempat itu yang akan menjadi pengembangan wisata religi Ampel,”ungkapnya, Rabu (31/03/2021).

Eri menjelaskan rencananya itu bertujuan untuk memperkuat dan memeratakan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya, termasuk wisata Sunan Ampel yang terletak di bagian Utara Kota Surabaya.

“Kita akan support penuh agar merasa nyaman di Surabaya dan mereka bisa menggunakan fasilitas dari orang Surabaya,”jelasnya.

Di sisi lain dirinya berharap ketika kawasan wisata religi itu rampung pengerjaannya agar warga sekitar bisa segera merasa dampak ekonominya. Karena yang akan menjalankan roda perekonomian di kawasan little Makkah ya warga sekitar.

“Kami berharap Surabaya Utara bergerak di ekonomi agar bisa dirasakan. Itu (pengembangan wisata Sunan Ampel) untuk menarik (wisatawan) semuanya dan masyarakat bisa merasakan, jangan sampai pembangunan tidak merata,” harapnya.

Pengembangan wisata religi Sunan Ampel nantinya juga akan dilakukan di terminal parkir bus peziarah. Terminal itu akan diperluas hingga akan dibangun museum. Yang kabarnya sedang dalam kajian Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). Terminal itu juga bersebelahan dengan RPH Pegirian.

Kepala Bidang Prasarana Transportasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Ridlo Noor Wahab mengatakan untuk saat ini rencana renovasi masih dilakukan pembasahan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). Dishub rencananya akan membangun gedung parkir untuk sepeda motor dan mobil. Sementara untuk parkir bus tetap dilandskape bawah.

“Kapan dilaksanakan masih belum tahu karena anggaran 2021 masih belum ada tapi untuk DED-nya sudah siap,”katanya.

Ridlo menjelaskan nantinya ada tiga lantai yang bisa menampung sekitar 3 ribu untuk sepeda motor dan untuk sekitar mobil 100 lebih. Tak hanya itu rencananya ditempat tersebut juga ada museumnya.

“Untuk parkir sudah siap. Sedangkan yang diluar parkir saya tidak tahu karena masih dikaji di Bappeko,”jelasnya.

Sebelumnya perencanaan pemindahan RPH Pegirian ke Tandes sudah diproyeksikan sejak beberapa tahun lalu. Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, rencana pemindahan tersebut masih terkendala dan menunggu penyelesaian aset tanah yang saat ini aset tanah dikuasai oleh PT Abattoir.

“Pemindahan RPH Pegirian ke Tandes belum. Itu tanahnya belum selesai. Masih menyelesaikan itu, dengan PT Abattoir. Kalau tanahnya balek ke kita baru kemudian dipersiapkan untuk pemindahan,”katanya

PT Abattoir pernah menjalin kerja sama dengan pemkot Surabaya. Lahan yang bakal digunakan pemkot untuk RPH di Tandes memang sudah masuk data aset pemkot. Hebi menjelaskan pemindahan tersebut tidak ujug-ujug saja. Namun perlu dikonsultasikan. Mengingat kondisi di internal RPH Pegirian yang masih perlu perbaikan.

“Kita perlu konsultasikan kemana-mana, misalnya ke profesional ataupun ke jasa orang kampung. Karena kondisi saat ini RPH juga bagaimana (kurang baik),”jelasnya.

Pemindahan RPH Pegirian ke Tandes, karena kawasan RPH Pegirian sudah padat penduduk sehingga perlu tempat yang leluasa terutama yang tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk.

“Yang jelas RPH yang Tandes dekat sungai yang diutamakan. Pegirian sudah padat penduduknya. Jadi butuh yang lebih luas terutama gak dekat pemukiman. Sekarang ayam-ayam potong gak ada tempatnya,”pungkasnya.     (irw/mat)

Berita Terkait