Reses di Bulak, Wonorejo dan Rungkut, Aning Rahmawati Beber Keluhan Warga

oleh -629 Dilihat
Foto teks: (Kiri) Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati.

Surabaya – Wakil Ketua C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati melaksanakan Reses Sidang ke – 3 Masa Persidangan ke – 1 Tahun Anggaran  2026.

Jaring aspirasi masyarakat di wilayah Kecamatan Bulak, Wonorejo dan Rungkut dihadiri RT, RW, LPMK, KSH, warga dan tokoh masyarakat.

Berbagai aspirasi disampaikan oleh warga terkait kesejahteraan sosial, BPJS Kesehatan, sarana dan prasarana KSH, rutilahu, pelayanan BUMD dan anggaran Gen Z.

Aning rahmawati mengatakan berbagai aspirasi disampaikan oleh masyarakat terkait masalah kesejahteraan sosial perlu mendapat perhatian.

“Menurut saya itu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kota,” kata Aning Selasa (6/10/2026) kepada wartawan.

Selain itu, kata Aning banyak orang tua yang didominasi oleh ibu ibu mengeluhkan sulitnya lapangan pekerjaan.

“Banyak ibu – ibu juga mengeluhkan sampai hari ini anakny belum ada yang bekerja,” terangnya.

Terlebih, lanjut Aning perekonomian akhir akhir ini dirasa semakin sulit bahkan harga kebutuhan pangan juga tinggi.

“Jadi inovasi Pemkot dituntut untuk bisa memberikan solusi terbaiknya,” tuturnya.

Tak hanya itu, lebih lanjut Aning bahwa kartu BPJS Kesehatan warga banyak yang tidak aktif.

Menurut legislator PKS itu perlu ada perhatian karena warga sangat membutuh BPJS Kesehatan untuk keperluan berobat.

“Berdasarkan data dari Pemerintah Pusat ada 50.000 kartu BPJS warga Surabaya non aktif,” ungkap Aning.

Untuk itu, menurut Aning segera di antisipasi jangan sampai penanganan permasalahan kesehatan terkesan lambat.

“Sehingga dapat merenggut nyawa karena keterlambatan penanganan,” katanya.

Aning juga menyampaikan pesan KSH soal perlengkapan sarana dan prasarana untuk menjaga kesehatan warga Surabaya.

“Seperti tensimeter harus menjadi perhatian dinkes karena KSH ujung tombak langsung door to door ke  warga,” ujarnya.

Terkait pembangunan infrastruktur kota warga berharap, kata Aning Pemerintah Kota tidak hanya fokus membangun melainkan memperhatikan normalisasi saluran.

“Terutama sedimentasi yang menyebabkan banjir di banyak tempat,” katanya.

Terkait usulan permintaan bak dan gerobak sampah, menurut Aning perlu direalisasi karena dana kelurahan (Dakel) fokus pada pembangunan.

“Sehingga infrastruktur sampah tidak menjadi fokus utama,” katanya.

Terkait usulan renovasi Balai RT dan  RW, Aning membeberkan juga  mewarnai dalam agenda reses menurutnya karena menjadi simbol penggerak

“Terutama pelayanan publik di tingkat terendah sehingga tetap harus diperhatikan,” katanya.

Terkait rutilahu, Aning mengatakan masih menjadi favorit warga menurutnya karena masih ada warga kurang mampu membenahi rumahnya sendiri.

Di sisi lain, Aning menyoroti terkait beberapa titik pekerjaan drainase mangkrak sehingga banyak dikeluhkan warga

“Karena pengiriman bahan material terlambat akibat kontrak payung,” katanya.

Terkait pelayanan PDAM, kata Aning mengalami trouble seperti meter air tidak normal yang dirasa merugikan pelanggan.

“Hal kecil seperti itu harus menjadi perhatian serius PDAM,” katanya

Menurut Aning PDAM merupakan  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  harus melayani kebutuhan air untuk warga Surabaya.

“Terutama warga yang tinggal di  wilayah Wonorejo dan Rungkut,” katanya.

Untuk itu, Aning berharap keluhan warga tersebut perlu ada solusi dan penganggaran secara prioritas bagi warga Kota Surabaya.

Menurutnya agar hak dasar berupa rumah yang layak bagi warga tidak mampu perlu ada penambahan anggaran signitifkan.

“Termasuk anggaran balai RW dan RT sebagai ujung tombak pelayanan publik masih sangat jauh,” katanya.

Meski demikian, Aning menambahkan tidak hanya jaring pengaman sosial melainkan juga pengendalian harga kebutuhan pokok

Selain itu inovasi pengentasan pengangguran perlu  dikaji serius untuk dianggarkan pola dan metodenya di lapangan.

“Karena anggaran 47 miliar  untuk Gen  Z juga masih belum signifikan,” pungkasnya. (irw)