beritasurabayaonline.net
Sospol

30 Wartawan Pokja DPRD Kota Surabaya Ikuti Rapid Test, Hasilnya Negatif

Surabaya – Sekitar 30 wartawan pokja DPRD Kota Surabaya mengikuti rapid test di Kantor DPW Partai NasDem Jatim di jalan Arjuna Surabaya, Minggu (10/05/2020) pagi.

Empat petugas berpakaian lengkap memakai hazmat dan alat pelindung diri (APD) menjalankan tugas melakukan rapid test terhadap 30 wartawan yang biasa meliput di DPRD Surabaya secara bergiliran dengan protokol kesehatan.

Sekitar satu jam, mulai pukul 10.00, para jurnalis dari berbagai media datang silih berganti menjalani rapid test. Hasilnya, semua dinyatakan negatif rapid test Covid-19.

Koordinator Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DPW Partai NasDem Jatim Awey Vinsencius menyampaikan, sudah selayaknya para jurnalis mengikuti rapid test. Mengingat mobilitas mereka sangat tinggi, berinteraksi dengan banyak kalangan, dan memberitakan tentang perkembangan Covid-19 di lapangan.

“Para jurnalis ini merupakan garda terdepan dalam menyajikan berita yang baik, Mereka bertemu dengan banyak narasumber,” ujar Awey Vinsencius.

Karena itu, kata anggota dewan periode 2014 – 2029 ini, perlu rapid test untuk pendeteksian diri. Saya bersyukur karena hasilnya negatif semua. Meski pun, hasil dari rapid test belum tentu akurat seratus persen, tapi itu tetap perlu dilakukan.

“Rapid test itu bagus sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19, khususnya di Surabaya,” katanya.

“Tren perkembangan di Sutabaya cukup tinggi, peringkat pertama terbanyak pasien Covid-19 di Jatim. Penyebarannya harus benar-benar ditekan, dan segera terbebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan DPRD Surabaya Maulana mengaku senang adanya rapid test terhadap Pokja Wartawan DPRD Surabaha.

“Ini membuat kami tIdak was-was lagi sesama teman. Meski demikian, protokol kesehatan tetap kami lakukan, “kata Maulana.

Selain para jurnalis, rapid test juga dilakukan terhadap kader dan pengurus DPW Partai NasDem yang kesehariannya di lapangan, seperti membagi sembako, penyemprotan disinfektan di kecamatan dan lain-lain.

Karena itu, menurut Awey, mereka harus menjaga kesehatannya sebelum menyelamatkan orang lain, mereka (kader NasDem) harus menjaga kesehatannya sendiri.

“Rapid test ini adalah untuk pencegahan dini, sehingga makin cepat diketahui, makin baik. Sehingga tidak menjadi penyebar virus, ” ungkap dia.

Jika ada kader yang positif Covid 19, lanjut Awey , DPW Partai NasDem menyediakan ruang isolasi dan ambulans untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit rujukan RSUD dr Soetomo untuk selanjutnya dilakukan tes swab.

“Rapid test yang digelar selama dua hari ini belum ada yang positif Covid-19,” pungkasnya seraya menambahkan dalam kegiatan ini DPW NasDem Jatim menyediakan 1.000 alat. (irw)

Baca juga