DPD NasDem : Kritikan Terhadap Pejabat Pemkot Bentuk Perhatian Anggota Dewan

oleh

Surabaya – DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Surabaya menilai, kritikan kepada pejabat Pemkot Surabaya yang dilontarkan anggota DPRD dari NasDem Imam Syafii saat rapat paripurna pembahasan RAPBD Surabaya 2020, merupakan bentuk perhatian dan wujud kasih sayang kepada wali kota.

Wakil Ketua DPD NasDem Kota Surabaya Vinsensius Awey mengatakan, Imam Syafii hanya menjalankan fungsinya sebagai anggota dewan untuk mengawasi dan mengingatkan.

“Fungsi pengawasan menjadi titik krusial penciptaan good governance atau pemerintahan yang baik, karena akan mempersempit ruang bagi terjadinya perbuatan pemerintah yang tercela.” ujarnya kepada pesan singkat whats app, Sabtu (03/11/19).

Mantan Anggota DPRD Periode 2014 – 2019 ini menjelaskan, peran DPRD yang semakin kritis akan menjadi mitra Pemerintah Kota Surabaya dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan tidak tercela.

Oleh karena itu, Awey berharap, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak perlu baper (bawa perasaan) sampai meminta kepada seluruh jajaran di bawahnya tidak berbicara ke media.

Lanjut Awey mengatakan, justru komunikasi dan informasi yang diberikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya melalui media sangat diperlukan oleh masyarakat Kota Surabaya.

“Apa yang disampaikan oleh kader NasDem adalah bentuk peringatan saja agar dana APBD yang ada jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan kepala OPD tertentu dalam membentuk ‘personal branding’ dan desas desus di luaran soal adanya mafia perizinan di lingkungan Pemkot Surabaya,” kata Calon Walikota Surabaya dari Nasdem ini.

Lebih lanjut Awey menilai, Imam Syafii menyampaikan seperti itu di dalam rapat paripurna karena ada begitu banyak suara sumbang di luaran yang menyoroti aktivitas kepala OPD tertentu yang dikaitkan dengan Pilkada Surabaya 2020.

Menurut Awey, apa yang diutarakan Imam Syafii sungguh berdasarkan adanya berita yang beredar akhir-akhir ini. Hal ini sangat penting untuk dicermati karena dapat dijadikan penilaian tersendiri terhadap kinerja kepala OPD tersebut.

“Maka dari itu Imam Syafii memberikan perhatiannya dan wujud kasih sayangnya kepada wali kota dengan menyampaikan kedua hal tersebut di atas untuk dijadikan perhatian. Jadi mari kita akhiri polemik ini dengan masing-masing pihak melakukan evaluasi ke dalam,” ungkapnya. (irw)