
Surabaya – Sejumlah warga yang di dominasi perempuan mengadu ke komisi B DPRD Kota Surabaya pada Selasa (30/7/2026) siang
Mereka merasa dirugikan ditengah mengikuti arisan yang mencapai miliaran rupiah dengan dijanjikan keuntungan.
“Saya ini minta kejelasan dari beliau (Onwers) tentang arisan saya,” kata Chester Jeflian Taniago salah satu anggota arisan usai rapat.
Namun hingga saat ini, kata Chester belum ada kejelasan dari pihak owner arisan, bahkan ia mengaku rugi sampai 2 miliar lebih
“Dari pihak sana (Owner) selalu mengulur – ngulur dan segala macam tidak ada kepastian,” ungkapnya.
Karena itu dalam rapat ini, Chester meminta kepastian dari pihak owner apa yang menjadi keinginan dari para anggota arisan.
“Soalnya itu juga bukan uang kecil,” ujarnya.
Chester mengungkapkan bahwa arisan ini ada beberapa sistem pertama dana pinjaman (Dapin), flet dan arisan menurun.
“Jadi arisannya itu sistemnya menurun sampai ke bawah,” katanya
Chester mencontohkan mulai nomer 2 sampai nomer akhir sampai menurun kebawah cicilannya semakin kecil sedangkan nomer semakin keatas cicilannya semakin besar.
“Kalau nomer arisan sampai bawah sendiri itu makin untung, dan kalau nomer ke atas itu pasti rugi gitu,” imbuhnya.
Awal mula bergabung dalam arisan ini Chester mengaku diajak oleh temannya mulai sejak awal tahun 2025.
“Awal mula arisan berjalan lancar,” katanya.
Ditengah perjalanan waktu, Chester mendapat tawaran program arisan flet hanya dengan membayar sekali
“Di per / 10 hari uang kita dikembalikan dengan bunga sekitar 10 persen,” bebernya.
Meski sempat berjalan lancar, Chester mulai merasakan adanya kejanggalan sejak Februari 2026.
Oleh karena itu, ia pun mencoba menghubungi pihak owner arisan untuk meminta penjelasan.
Namun, menurut Warga Pakal Surabaya ini komunikasi yang dilakukan tidak pernah menghasilkan jawaban yang jelas.
“Sudah, cuma selalu berbelit – belit kalau di komunikasi, terus habis itu enggak ada jawaban yang detail gitu,” keluh Chester.
Sementara itu, owner arisan Meow, Mourin Chienci Lintong, mengatakan pihaknya ingin menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Kita pingin menyelesaikan dengan kekeluargaan gitu,” ujar Mourin.
Ia juga menjelaskan, bahwa proses pengembalian dana dilakukan secara bertahap, sembari menunggu penyelesaian terhadap peserta lain yang masih memiliki kewajiban pembayaran.
“Kapan nyicilnya sesuai karena kan banyak yang lari juga, kita masih urus di pihak berwajib, mereka kalau ada yang enggak bayar-bayar itu, dan juga yang lain udah terima tetap masih bayar sesuai rules, uang dana masuk itu yang dikembalikan,” jelasnya.
Terkait mekanisme cicilan, Mourin menyebut pengembalian dana dilakukan sesuai nominal yang sebelumnya dibayarkan oleh masing-masing peserta.
“Sistem nyicil pak, sesuai mereka bayar misalnya 500.000 itu nyicil 500.000,” pungkasnya. (irw)




