Hari Kesaktian, Surabaya Jadikan Kampung Ruang Praktik Pancasila

oleh -34 Dilihat
Foto teks: Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat tidak sekadar mengenang sejarah Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga menghidupkan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari.

Pesan itu disampaikan Sekretaris  Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto seusai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (1/10/2026) pagi

Lilik mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali mengingat berbagai peristiwa sejarah yang pernah mengancam keberadaan Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita perlu mengenang kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu yang berusaha mengganggu Pancasila,” kata Lilik.

Menurut dia, nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah, tetapi harus tercermin dalam perilaku masyarakat. Karena itu, semangat para pendahulu dalam memperjuangkan Pancasila perlu diteruskan melalui kehidupan sosial sehari-hari.

“Dalam kehidupan sehari – hari kita  harus benar-benar melaksanakan Pancasila, Pancasila yang ada di hati kita, sehingga apa yang dulu diperjuangkan para pendahulu bisa benar-benar bermanfaat bagi kita  semua saat ini,” ujarnya.

Lilik menambahkan, Pemkot Surabaya telah menjalankan sejumlah program untuk memperkuat penerapan nilai Pancasila di tengah masyarakat. Salah satunya melalui program Kampung Pancasila yang mendorong nilai – nilai Pancasila hadir dalam berbagai aktivitas warga.

Program tersebut, kata dia, tidak berhenti pada simbol atau slogan. Nilai Pancasila diterapkan melalui kegiatan yang tumbuh dari kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Dalam pelaksanaannya, Pancasila memberikan warna kepada kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat  melalui Kampung Pancasila,” jelasnya.

Menurut Lilik, pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya  Pemkot Surabaya untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Inovasi Kampung Pancasila itu juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pemkot Surabaya meraih peringkat pertama kategori kota dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026.

Lilik menyebut penghargaan tersebut salah satunya berkaitan dengan inovasi yang dikembangkan melalui Kampung Pancasila.

“Melalui Kampung Pancasila, kami menerapkan nilai – nilai Pancasila  dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai kegiatan warga, sehingga Pancasila  tidak hanya menjadi simbol, tetapi hadir dan memberikan warna dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus  menjaga nilai persatuan, gotong royong, dan kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan Pancasila.

“Harapannya, momentum Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan gotong royong. Melalui Kampung Pancasila, nilai – nilai tersebut kami dorong agar benar – benar hadir dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya. (*)