beritasurabayaonline.net
Sospol

Pansus LKPJ Apresiasi Program Humas Pemkot dan Soroti Soal Anggaran Media

Surabaya – Panitia khusus (Pansus) LKPJ Walikota Surabaya akhir tahun anggaran 2020 menggelar rapat bersama Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Surabaya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, untuk pencapaian kinerja sudah sesuai jika melihat dari target mencapai angka 85 persen.

“Insya Allah sesuai target seperti itu,” ujar Febriadhitya Prajatara. Jumat (16/04/2021) ditemui usai rapat.

Untuk penyerapan anggaran, dia menjelaskan, sehuhungan dengan adanya covid otomatis banyak yang refocussing sehingga itupun tidak hanya dialami oleh humas saja tetapi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Makanya keterbatasan anggaran difokuskan pada penanganan covid,” terang Febriadhitya.

Disinggung mengenai sorotan Pansus LKPJ soal anggaran media, dia mengatakan, bahwa pemkot memberikan anggaran dan juga pihaknya mencoba memberikan secara proporsional baik itu di bagian humas dan Sekretaris dewan (Sekwan).

“Inikan (Anggaran) terbatas ya kan, kalau opamane kabeh ngono, terus didhelok teko indikator – indikator kinerja koyok opo yo kan, tentunya dilihat dari itunya juga,” kata Febriadhitya.

Sebelumnya dalam rapat, sejumlah Pansus menyoroti laporan rekapitulasi capaian realisasi belanja (SP2D) sampai dengan desember tahun 2019 dan desember tahun 2020 soal Peliputan Kegiatan Pemerintah Kota Surabaya dan Pelaksanaan Komunikasi Informasi Media massa dengan anggaran mencapai belasan miliar.

Sementara itu, Ketua Pansus LKPJ Walikota Surabaya Akhir Tahun Anggaran 2020 Anas Karno menyampaikan, apreasi atas kepekaan Humas terhadap upaya Pemkot dan DPRD Kota Surabaya.

“Saya mengapresiasi Humas peka terhadap upaya pemkot dan DPRD Kota Surabaya yang dimotori oleh Komisi B,” ujar Anas Karno.

Menurut Legislator PDIP ini, dimana untuk menggemakan pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan melalui UMKM dengan peliputan serta membranding berbagai UMKM maupun Setra Wisata Kuliner (SWK) yang ada di media sosial (Medsos).

“Program ini menurut saya sangat bagus menggemakan pemulihan ekonomi kerakyatan,” terang Anas Karno yang juga Wakil Ketua Komisi B ini. (irw)

Baca juga