Pansus LKPJ DPRD Surabaya Sebut Pendapatan Pajak Meningkat dan Angka Kemiskinan Turun

oleh -116 Dilihat
Foto teks: Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Surabaya Azhar Kahfi.

Surabaya – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Surabaya menggelar rapat terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025

Rapat LKPJ wali kota ini bersama Bapenda, Bappeda,, BPKAD dan BPBJAP Kota Surabaya di ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Surabaya.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Surabaya Azhar Kahfi mengatakan, bahwa pansus sejak kemarin sudah melaksanakan rapat membahas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota.

“Kita lakukan pendalaman terkait laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota bersama Bapenda, Bappeda BPKD dan BPBJAP,” katanya usai rapat pansus LKPJ Wali Kota, Kamis (9/4/2026)

Azhar Kahfi mengungkapkan bahwa pansus mencermati capaian kinerja bappenda yang menyampaikan ada peningkatan pendapatan baik dari sektor pajak maupun retribusi.

“Yang mana di tahun kemarin (2025) itu menjadi catatan ternyata sudah ada peningkatan (Pendapatan) pemerintah kota khususnya Bapenda,” katanya.

Lanjut Azhar Kahfi sedangkan untuk angka kemiskinan pada tahun lalu mencapai 116.000 ribu jiwa namun di tahun  2025 menurun menjadi 105.000 ribu jiwa

“Jadi turun kurang lebih 10.000 ribu  jiwa yang sudah terentaskan dari kemiskinan,” imbuhnya.

Meski demikian, legislator Gerindra ini juga memberikan masukan dimana saat ini lapangan pekerjaan mengalami lonjakan

“Banyak kita jumpai bahwa lulusan S1 (Sarjana) di Surabaya, ternyata mendapat pekerjaan serabutan dan bukan pekerja tetap,” ungkapnya.

Azhar Kahfi membeberkan bahwa hal itu berdasarkan data dari Bappeda dan dibenarkan oleh BPS sehingga pihaknya memberikan saran.

“Kedepannya lebih Kolaborasi antara pemerintah kota, pihak swasta dan perguruan tinggi,” tuturnya.

Kolaborasi tak hanya sekedar mencoba, Azhar Kahfi menuturkan tetapi perlu juga ada Memorandum of  Understanding (MOU).

“Bahwa pihak swasta mau merekrut lulusan sarjana dari kota Surabaya,” pintanya.

Azhar Kahfi juga menilai bahwa program pemerintah kota tentang satu keluarga satu sarjana bagus namun bagaimana follow up kedepannya.

“Bahwa lapangan pekerjaan tersebut dapat merekrut lulusan sarjana asli warga Surabaya,” pungkasnya. (irw)