
Surabaya – Polrestabes Surabaya mengamankan pelaku prostitusi saat menggelar operasi cipta kondisi di eks lokalisasi Moroseneng pada Sabtu (11/10/2025) malam.
Keberhasilan Polrestabes Surabaya dalam menemukan dugaan praktik prostitusi mendapat tanggapan dari pemerintah kota (Pemkot) Surabaya.
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan hasil operasi cipta kondisi digelar oleh Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah kota (Pemkot)
“Itu bekerja sama dengan kita,” kata Eri Cahyadi usai rapat paripurna Senin (13/10/2025) siang
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Pemkot juga melakukan hal yang sama menggelar operasi beberapa hari di eks lokalisasi moroseneng
“Itu terkait dengan pengamanan disana (Eks Lokalisasi Moroseneng),” terang Eri Cahyadi akrab disapa Cak Eri.
Ia menegaskan bahwa kegiatan operasi melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP Kecamatan dan Kota Surabaya menyisiri bangunan rumah
Menurutnya karena bangunan di eks lokalisasi moroseneng yang diduga digunakan untuk praktik prostitusi itu nampak tertutup bahkan terkunci.
“Kalau kita lihat dari luar itu seperti tidak ada aktifitas,” ungkap Eri Cahyadi akrab disapa cak Eri.
Oleh karena itu pengawasan di eks lokalisasi moroseneng, menurut ia akan terus dilakukan bersama TNI dan kepolisian.
“Kami terus bergerak bersama TNI – Polri untuk melakukan penjagaan disana,” kata Cak Eri.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan operasi di eks lokalisasi moroseneng sudah di lakukan sejak dua minggu yang lalu.
“Dua minggu kita full penjagaan di sana,” beber Cak Eri.
Menurut ia karena pihaknya mendapat saran bahwa harus ada pos penjagaan berada di tengah eks lokalisasi moroseneng.
“Ketika ada yang masuk walaupun bangunan itu dikunci, kita bisa tahu dan melihat,” kata Cak Eri.
Terkait bangunan rumah, pihaknya akan terus melakukan pengawasan jangan sampai di salah gunakan diduga untuk praktik prostitusi.
“Kita tetap jaga terus agar jangan sampai digunakan seperti itu (Prostitusi),” pungkas Cak Eri. (irw)




