Budi Leksono DPRD Surabaya Kunjungi RPH Pegirian Pastikan Kesiapan Jelang Idul Adha

oleh -60 Dilihat
Foto teks: (Kanan) Anggota Komis B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono.

Surabaya – Anggota komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono melakukan kunjungan untuk memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian menjelang Hari Raya Idul Adha 1147 / 2026

Ia meminta agar pelayanan Perseroda RPH Pegirian Surabaya lebih maksimal dan optimal lagi untuk masyarakat Surabaya.

“Kita mengajak warga Kota Surabaya untuk bisa memotong hewan kurbannya di RPH. Agar lebih praktis, bersih dan higienis,” ujarnya usai kunjungan, Rabu (20/5/2026).

Menurut legislator PDIP ini, karena RPH Surabaya mulai pengawasan hingga kebersihan sudah tidak diragukan lagi

Budi Leksono akrab disapa Kaji Bulek’ini  juga mengingatkan terkait kesehatan hewan kurban yang masuk di RPH harus diperhatikan.

“Termasuk pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar bersih, rapi dan tertata,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa RPH adalah aset dari Pemerintah Kota meski demikian kenaikan jasa potong harus diiringi dengan pelayanan maksimal  dan optimal lagi untuk masyarakat Surabaya

“Termasuk jasa pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar diperhatikan lebih bersih, higienis, rapi dan tertata,” imbuh Kaji Bulek’s.

Ditempat sama, Dirut PT Perseroda RPH Kota Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, RPH pada Idul Adha tahun ini hanya fokus jasa pemotongan sapi.

“Untuk tahun ini kami hanya fokus jasa potong sapi saja, tidak ada kambing dan yang lain,” katanya.

Ia menargetkan, jasa pemotongan kurban  sapi 200 ekor namun hingga sekarang sudah ada 140 yang mendaftar dari masjid, yayasan, ormas, parpol dan sebagainya.

Lanjut ia, untuk biaya jasa pemotongan kurban sapi sebelumnya Rp 2,500.000 juta naik Rp 300.000 ribu menjadi Rp 2,800.000.

“Harusnya kenaikan jasa potong tahun kemarin, tapi kita tunda,” ujar Fajar.

Meski demikian, ia menegaskan jasa pemotongan tahun ini tidak bisa dibendung menurutnya karena ongkos jasa para kuli membantu pencacahan dan bahan plastik naik.

“Maka kita naikkan Rp 300.000 menjadi Rp 2.800.000 juta,” terangnya.

Fajar menjelaskan, dari jasa biaya pemotongan tersebut meliputi paket pemotongan, paket kemas, hingga pengiriman

“Jadi hewan dipotong lalu dikemas 1 kiloan daging kemudian tulang di kirimkan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan dari semua sapi kurban adalah hak pengurban meliputi daging, tulang, kepala sudah dikerok, jeroan sudah dibersihkan, hingga kaki dan kulit.

“Tidak satupun yang masuk haknya ke RPH karena semuanya kita serahkan kepada pengurban. Jadi, kita kirim semuanya hingga bersih ke lokasi yang dituju,” katanya.

Fajar menerangkan, untuk biaya jasa pemotongan lepas tulang Rp 2.000.000 juta, sedangkan hanya untuk potong karkas besar sebelum dicacah,

Menurutnya kemungkinan panitia masjid atau yayasan memotong sendiri ditimbang sendiri, dikemasi sendiri, dan bisa langsung dibagi sendiri.

“Namun kalau kami yang potong kemas kirim kan sudah siap dan tinggal hanya dibagi-bagikan saja,” imbuhnya.

Ia mencontohkan seperti DPC PDIP Surabaya setiap tahun menyembelih hewan sapi kurban di RPH hingga mengambil paket potong kemas kirim.

“Setelah keluar dari RPH hanya tinggal dibagikan ke PAC – PAC dan seluruh warga kota Surabaya,” katanya.

Fajar menambahkan, untuk saat ini sudah ada 140 ekor sapi masuk ke RPH dan proses pemotongan terbagi menjadi 4 hari mulai tanggal 27, 28, 29, dan 30 Mei 2026.

“Jadi RPH motong selama 4 hari. Hari pertama Rabu sudah penuh, hari kedua sudah penuh, tinggal hari Jum’at dan Sabtu di RPH Pegirian. Pendaftaran ditutup tanggal 25 terakhir di bulan ini,” pungkasnya.   (irw)