
Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya Baktiono melaksanakan reses sidang ke – 3 masa persidangan tahun anggaran 2026 Rabu (20/5/2026) malam.
Reses jaring aspirasi masyarakat di kawasan kapas madya 1 C tepatnya di Balai RT 4 / RW 3 Kapas Madya Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambak Sari.
Masyarakat setempat dari berbagai kalangan meliputi Ketua RT, Ketua RW, LPMK, warga dan tokoh masyarakat sangat antusias menghadiri agenda wakil rakyat.
Berbagai aspirasi disampaikan oleh masyarakat diantaranya masalah sistem zonasi PPDB, distribusi air PDAM, rumah susun (Rusun) dan BPJS Kesehatan diungkapkan dalam reses tersebut.
Menanggapi itu, Baktiono mengatakan reses di titik pertama pada sore hari di kawasan Kedinding lor gang melati masyarakat antusias hadir melebihi ekspektasi.
“Reses biasanya minimal 250 orang, tetapi sekarang di kurangi 50 menjadi 200 orang,” katanya ditemui usai reses di Kapas Madya 1 C.
Meski demikian, menurut ia itu tidak menyurutkan masyarakat untuk hadir bahkan lebih banyak sehingga tidak menjadi persoalan.
“Intinya jangan sampai kurang (200 orang) baik reses di Kedinding Lor Gang Melati maupun di Kapas Madya Gang 1 C,” terangnya.
Menurut Legislator PDIP ini reses di Kapas Madya Gang 1 C paling padat se Kelurahan Kapas Madya Baru bahkan kawasan tersebut dikatakan tidak ada ruang kosong
“Makanya warga disini (Kapas Madya Gang 1 C) senantiasa itu protes ke Pemerintah Kota,” ungkapnya.
Lanjut Baktiono karena warga Kapas Madya Gang 1 C mengalami kesulitan untuk mendaftar ke sekolah negeri dengan menerapkan sistem zonasi.
“Maka perjuangan kami, mereka juga harus mendapatkan hak yang sama, jangan hanya yang dekat saja,” katanya
“Tapi yang dekat juga boleh zonasi dan prosentase prestasi juga yang harus dimasukan,” imbuhnya.
Sehingga, lebih lanjut Baktiono warga mempunyai hak yang sama untuk masalah pendidikan.
Aspirasi warga terkait pemasangan air PDAM, ia menyebut semboyan PDAM seluruh rumah 100 persen harus memiliki meter PDAM.

“Artinya seluruh rumah warga kota Surabaya, maupun gedung bisa dialiri air bersih PDAM,” katanya.
Meski demikian, menurut anggota komisi B DPRD Kota Surabaya ini, distribusi air bersih PDAM harus tetap lancar.
“Jangan sampai air keluarnya kecil maupun macet, tapi harus lancar baik pagi, siang atau malam hari,” tutur Baktiono.
Aspirasi warga terkait rumah susun (Rusun), ia mengapresiasi aspirasi warga tersebut tetapi informasinya beraneka ragam.
“Kadang mereka yang sudah mendapat rusun tapi tidak ditempati,” ungkapnya.
Aspirasi warga tersebut, kata Baktiono sebagai pengontrak rusun sebesar 7 juta per tahun dari warga yang mendapat rusun yang tidak ditempati.
“Dan warga yang ngontrak tersebut sudah mengajukan sejak 10 tahun lalu tapi belum dapat (Rusun),” katanya.
“Makanya nanti akan saya sampaikan agar warga tersebut mendapat rusun,” imbuh Baktiono.
Meski demikian menurut ia karena tidak mencukupi bahkan rusun sekarang tersedia hanya puluhan itupun diperuntukan bagi terdampak penggusuran.
“Dan yang antri rusun sekarang ini hampir mencapai 12.000 ribu per / kepala keluarga,” terangnya.
Terkait BPJS Kesehatan, Baktiono menegaskan rata rata warga kelurahan Kapas Madya Baru sudah terlayani dengan baik dan memahami.
“Karena sering interaksi dengan saya sehingga mereka paham,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 4 / RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru Suwito menyampaikan terima kasih dengan adanya kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya.
“Saya sebagai ketua RT berterima kasih kepada bapak Baktiono reses di kapas madya 1 C,” ucapnya.
Menurut ia, Baktiono sudah banyak membantu warganya baik masalah kesehatan, pendidikan maupun rumah susun.
“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Baktiono yang sudah membantu warga kami,” pungkasnya. (irw).




