Buka Musran, Armuji Serukan Kader PDIP Solid: Kerja untuk Rakyat, Bukan Cari Keuntungan

oleh -63 Dilihat
Foto teks: Musyawarah Ranting (Musran) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPC) PDI – Perjuangan Kota Surabaya menggelar Musyawarah Ranting (Musran) di hotel Kaza Mall, Sabtu (3/10/2026) malam.

Agenda tersebut dibuka oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Armuji didampingi pengurus juga diikuti kader di sejumlah daerah pemilihan (Dapil).

Dalam pidatonya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Armuji, menegaskan pentingnya soliditas kader serta kedekatan dengan masyarakat

Politisi senior yang akrab disapa Cak Ji itu mengingatkan, bahwa kekuatan utama partai terletak pada kemampuan kader mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, seluruh pengurus ranting diminta aktif turun ke lapangan dan menjadi jembatan aspirasi warga  kepada legislatif maupun eksekutif.

“Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu,” tegasnya di hadapan peserta Musran.

Menurut Cak Ji, PDI Perjuangan  memiliki kekuatan struktur organisasi yang lengkap mulai tingkat pusat hingga ranting.

Selain itu, partai juga memiliki perwakilan di DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, DPR RI, hingga pemerintahan daerah yang harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Cak Ji juga mengingatkan kader agar tidak terpengaruh provokasi maupun upaya adu domba dari pihak luar.

Untuk itu, ia meminta seluruh kader tetap fokus bekerja untuk rakyat dan menjaga kekompakan organisasi.

“Makanya, kalau ada partai – partai baru yang telah mengejek – ngejek PDI, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah. Bahwa di sana itu masih ada rakyat kita yang membutuhkan bantuan kita.Membutuhkan pertolongan kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Cak Ji menegaskan, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tidak akan memberikan toleransi terhadap kader maupun pengurus yang terlibat praktik percaloan, pungutan liar, penyalahgunaan program bantuan, hingga permainan proyek dan rekrutmen tenaga kerja.

Ia mencontohkan berbagai program bantuan yang diperjuangkan partai harus sampai kepada masyarakat tanpa adanya pungutan atau keuntungan pribadi dari oknum kader.

“Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan,” ujarnya.

Menurut Cak Ji, sikap tegas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga marwah partai sekaligus pembelajaran dari berbagai kasus yang pernah terjadi sebelumnya agar tidak terulang  kembali.

Cak Ji juga membakar semangat kader menjelang Pemilu 2029. Ia optimistis PDI Perjuangan mampu kembali meraih kemenangan

Namun, ia mengingatkan, bahwa pertarungan politik ke depan akan semakin berat sehingga membutuhkan kerja keras seluruh struktur partai hingga tingkat ranting.

“Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029,” pungkasnya.

Musyawarah Ranting ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kota Surabaya hingga tingkat kelurahan sekaligus penetapan kepengurusan ranting yang akan menjadi garda terdepan partai dalam melayani dan menyerap aspirasi masyarakat.  (irw/lam)