
Surabaya – DPRD Kota Surabaya menerima aspirasi para mitra jagal dan pedagang daging sapi yang menolak rencana relokasi RPH Pegirian ke Osowilangun kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo. Senin (12/1/2026) siang
DPRD Kota Surabaya juga membuka ruang dialog dengan para mitra jagal dan pedagang daging sapi di ruangan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Surabaya.
“Hari ini kami menerima aspirasi dari teman – teman Jagal datang ke kantor untuk menyuarakan keprihatinan terkait dengan relokasi RPH Pegirian ke Osowilangun,” ujar Arif Fathoni Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ditemui usai dialog.
Ia mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, bahwa DPRD Kota Surabaya menangkap rumah potong hewan selaku leading sektor dalam urusan ini.
“Belum membuka ruang dialog secara komprehensif dengan teman teman jagal,” terang Arif Fathoni akrab disapa Mas Thoni.
Seandainya RPH menunaikan kewajibannya untuk membuka ruang dialog dengan baik, kata ia tidak ada percikan – percikan ketidakpuasan seperti siang hari ini.
“Setelah ini (Dialog) kami berharap sudah menangkap apa yang dikehendaki oleh para jagal ini,” harap Mas Thoni.
Intinya, menurut politisi Golkar ini membuka ruang dialog sehingga ada chemistry yang sama antara RPH dengan para mitra Jagal

Sehingga, lebih lanjut ia tidak mengganggu rantai pasokan kebutuhan daging di Kota Surabaya dan daerah lain yang selama ini terhubung dengan kebutuhan RPH Surabaya.
“Jadi tadi saya diminta untuk menandatangani aspirasi mereka,” kata Mas Thoni.
DPRD sebagai pelayan rakyat apapun yang diperjuangkan oleh rakyat, menurut ia tentu harus memiliki nafas yang sama dengan apa yang mereka kehendaki.
“Tetapi tadi kami bertanya, apakah ini sudah final atau masih terbuka ruang dialog? dan teman – teman Jagal menjawab masih membuka opsi dialog,” imbuh Mas Thoni.
ia menuturkan agama mengajarkan bahwa setiap problematika apapun itu seharusnya diselesaikan dengan ruang dialog.
“Mudah – mudahan dengan ruang dialog yang akan kami fasilitasi ini nantinya tercipta titik tengah yang happy ending bagi semuanya,” harap kembali Mas Thoni.
Meski demikian, ia menambahkan, karena bagaimanapun juga antara RPH dengan mitra Jagal ini ekosistem yang simbiosis mutualisme
“Jadi tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” pungkas Mas Thoni. (irw)




