Dukung Kreativitas Industri Film Lewat Program MTN Seni Budaya, Kemenbud Gelar Nobar dan Diskusi Bersama Sutradara “Nobody Loves Kay” di Surabaya

oleh -59 Dilihat
Foto teks: Nobar Film “Nobody Loves Kay”

Surabaya – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program prioritas Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) bidang film menggelar acara bertajuk MTN IkonInspirasi x Nobody Loves Kay yang didedikasikan khusus untuk arek-arek Surabaya, Minggu (14/6/2026)

Kegiatan tersebut berupa nonton bareng sekaligus diskusi langsung bersama sutradara film Nobody Loves Kay, Bernardus Raka, yang juga merupakan sineas kebanggaan asli Surabaya bertempat di Grand City Surabaya.

Melalui ruang ini, para penonton dan kreator lokal bakal ngobrol banyak tentang proses kreatif, tantangan selama masa produksi, hingga cerita – cerita menarik yang belum pernah terungkap di balik layar film tersebut.

Langkah dari Kementerian Kebudayaan ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh negara terhadap kreativitas di industri perfilman tanah air.

Film Nobody Loves Kay dinilai berhasil memberikan warna baru yang segar dan krusial bagi lanskap sinema nasional, mengingat belum banyak sineas lokal yang berani mengangkat kisah tentang pahit-manisnya perjuangan seorang  pro-player e-sport dari titik nol.

Apresiasi dari Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya.

Program MTN Seni Budaya bidang film berkomitmen untuk terus mengawal, mengapresiasi, dan membuka jalan bagi talenta-talenta kreatif di bidang film  agar bisa bersinar di panggung tertinggi.

Perwakilan MTN Bidang Seni Budaya bidang film Rina Damayanti, menyampaikan, bahwa film ini adalah contoh nyata bagaimana industri kreatif mampu menangkap keresahan generasi masa kini secara positif.

“Melalui program MTN IkonInspirasi x Nobody Loves Kay, kami berkomitmen untuk mendukung penuh karya-karya segar yang lahir dari tangan sineas  muda kita,” ujarnya.

Menurut Rina, Nobody Loves Kay bukan sekadar film hiburan, melainkan sebuah bentuk validasi negara terhadap bakat dan potensi anak muda di industri modern seperti e-sports.

“Kami ingin ekosistem perfilman kita terus berani mengeksplorasi tema – tema baru yang relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi ruang aman bagi talenta muda untuk menunjukkan taringnya,” terangnya.

Kegiatan nonton bareng ini juga merupakan rangkaian acara menuju Workshop Penyutradaraan bertajuk “Wani Action” dengan tema diskusi “Time For Emerging Talents to Shine.”

Workshop ini bertujuan untuk memfasilitasi talenta muda dalam memperdalam ilmu perfilman yang  akan diselenggarakan dalam dua fase: Online: 24–27 Juni 2026 dan Offline: 4–5 Juli 2026 di Surabaya.

Dalam workshop ini, sutradara Bernardus Raka akan hadir sebagai narasumber bersama sutradara Agung Sentausa untuk berbagi pengalaman serta teknik penyutradaraan profesional kepada para peserta terpilih.

Sutradara Bernardus Raka: “Terima Kasih Atas Ruang Bersama Ini”

Mendapatkan dukungan penuh dan gerakan nobar serentak di 7 kota besar dari kementerian, sutradara debutan Bernardus Raka mengaku sangat  terharu sekaligus bangga. Baginya, apresiasi ini adalah bentuk kemenangan bagi seluruh kreator muda dan pemilik mimpi non-konvensional.

“Jujur, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan dan program MTN Seni Budaya atas ruang bersama yang luar biasa ini,” katanya.

Bernardus menceritakan, saat pertama kali menggarap film ini, ia memiliki visi sederhana ingin menyuarakan suara anak-anak muda zero privilege yang sering dianggap sebelah mata saat mengejar mimpinya.

“Dukungan negara hari ini  membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu kecil atau aneh,” ujarnya.

Menurut Bernardus, film ini adalah  hasil akhir dari mimpi Raka umur 3 tahun yang jatuh cinta sama film karena diajak bapak nonton bioskop.

“Aku ini cuma bocah beruntung yang dikasih kesempatan buat mewujudkan mimpiku, dan semoga teman – teman di luar sana yang punya mimpi juga tetap berani mengejarnya, dukungan ini adalah suntikan energi besar bagi kami para kreator untuk terus melahirkan karya yang jujur dan bersuara lantang bagi generasi kami,” ungkapnya.

Bergerak ke Bioskop: Saatnya Buktikan Mimpi Kita!

Histeria positif hari ini menjadi bukti bahwa pesan yang dibawa oleh Nobody Loves Kay, yang dibintangi aktor muda berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, serta Joshia Frederico, telah bergaung kuat di hati para penonton. Bagi kalian yang belum menyaksikan, hari ini adalah momen paling tepat untuk bergerak ke bioskop terdekat di kota kalian.

Ingat, film ini bukan cuma sekadar menceritakan kisah hidup Kay. Film ini adalah cermin dari setiap peluh, air mata, dan malam – malam panjang yang kamu lewati demi mempertahankan apa yang kamu yakini.

Karena pada akhirnya, bukan cuma Kay, tapi semua bentuk perjuangan,  termasuk perjuangan hidup yang  sedang kamu hadapi saat ini, sangat layak untuk diperjuangkan dengan segenap hati, sampai nanti kamu tiba di satu titik tertinggi di mana kamu bisa berdiri tegak dan lantang berteriak “PROVE THEM WRONG” kepada mereka yang pernah meremehkan mimpimu!

Tiket nonton Nobody Loves Kay bisa langsung kamu amankan sekarang juga melalui aplikasi pemesanan tiket resmi (M-TIX, TIX ID, CGV, Cinepolis).

Jangan sampai terlewat, mari kita dukung perfilman Indonesia dan rayakan perjuangan mimpi kita bersama-sama di bioskop hari ini!

Bersiap – siaplah, karena ledakan emosional di akhir film ini dijamin akan membuatmu menangis. Pantau terus akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk informasi theater visit, nonton bareng, dan pembaruan terkini!   (*)