Kenali Migrain Lebih Dini, CNE 2026 Hadirkan Skrining dan Edukasi Gratis bagi Masyarakat

oleh -55 Dilihat
Foto teks: PERDOSNI Cabang Surabaya Menggelar kegiatan Community Service CNE 2026.

Surabaya – Migrain masih menjadi salah satu gangguan neurologis yang sering dianggap sebagai nyeri kepala biasa.

Padahal, kondisi ini dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, produktivitas, hingga kesehatan mental penderita.

Dalam rangka menyambut Migraine Awareness Month atau Bulan Peduli Migrain di bulan Juni tahun 2026 dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan saraf,

Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Cabang Surabaya dan Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga berkolaborasi dengan PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menggelar kegiatan Community Service CNE 2026.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari The 24th Continuing Neurological Education (CNE) 2026 yang diselenggarakan pada Minggu (14/6/2026) pagi di Vasa Hotel Surabaya.

Masyarakat mendapatkan kesempatan mengikuti talkshow edukatif, skrining migrain, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan neuropati secara gratis.

Melalui talkshow dengan tema “Beyond the Headache: Unmasking the Real Impact of Migraine”, ini peserta diajak memahami bahwa migrain bukan sekadar nyeri kepala, melainkan penyakit neurologis yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, peserta juga dapat melakukan skrining dini untuk mengenali gejala migrain dan gangguan saraf lainnya.

Dalam kesempatan ini dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp.NN(K) selaku Ketua Kelompok Kerja Nyeri Kepala PP (Pengurus Pusat) Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia (PERDOSNI) meresmikan Kelompok Pasien Migrain Nasional.

Untuk itu, pihaknya  berharap komunitas ini dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam mengenali gejala penyakit migrain sehingga dapat mencari pertolongan dengan lebih cepat dan tepat.

“Migrain bukan sekadar nyeri kepala biasa. Bila tidak ditangani dengan baik, migrain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, kualitas tidur, hingga kesehatan mental penderitanya,” ujar dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp.NN (K)

Selain pengobatan saat serangan terjadi, dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N, Subsp. NN (K) menjelaskan, bahwa terapi pencegahan migrain juga memiliki  peran penting pada pasien dengan serangan yang sering atau memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup.

“Terapi pencegahan bertujuan untuk mengurangi frekuensi serangan  migrain, menurunkan tingkat  keparahan gejala, serta membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal,” jelasnya.

Dengan mengusung tema “From Neuroscience to New Horizons in Neurology”, PERDOSNI menjadi wujud nyata komitmen insan Neurologi Indonesia dalam menyatukan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan saraf kepada masyarakat. (*)