La Nyalla Dukung UKM Jatim Busana Muslim Tembus Pasar Ekspor

oleh

Surabaya – Saat ini wanita muslimah makin mengenal trend fashion dalam mengenakan busana muslim. Terlebih dengan makin maraknya mode busana muslim dan jilbab. Semakin seringnya pagelaran busana muslim, baik skala regional, nasional maupun manca negara, menjadi indikator adanya peluang market dalam bisnis di sektor ini.

Melihat peluang bisnis ini, La Nyalla Mahmud Mattalitti angkat bicara terkait bisnis wanita muslimah. Calon anggota DPD RI dari Jawa Timur ini mencoba memberikan beberapa trik bisnis bagi wanita di Jawa Timur.

Berikut petikan wawancara dengan La Nyalla terkait bisnis tersebut.

*Sebagai tokoh masyarakat Jawa Timur Anda mencoba untuk maju sebagai calon DPD dari Jawa Timur, apa yang melatari ?*

Saya mencoba untuk membawa aspirasi masyarakat Jawa Timur dan berusaha membawa warga Jatim untuk bisa lebih makmur lagi. Itu prinsip dasarnya.

*Dalam pencalonan ini Anda mendapat nomor berapa ?*

Kebetulan dapat nomor 22.

*Kembali kepada pokok permasalahan yag ada. Sebagaimana kita ketahui bahwa di Jawa Timur ini 95 persen adalah umat muslim. Dan, sebagai tokoh bisnis di Jatim apa yang bisa diperjuangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Jatim ?*

Begini, di Jatim ini ada kurang lebih 40 persen wanita muslimah. Dan, ini sebenarnya adalah peluang bisnis yang nantinya bisa dijadikan pendobrak peningkatan ekonomi di Jatim. Muslimah itu kan wajib menggunakan jilbab. Dan, jilbab ini bisa dijadikan landasan untuk bisnis yang pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatim.

*Kenapa harus jilbab yang jadi sorotan bisnis di Jatim ?*

Begini, jlbab itu kan wajib hukumnya bagi wanita muslimah. Nah, artinya dengan 40 persen wanita muslim di Jatim pastinya membutuhkan jilbab. Dan, dengan kebutuhan jilbab inilah bila permintaan banyak maka akan bisa mengangkat industri UKM dan home industri di Jatim. Melihat ini saya akan berusaha untuk menjembatani akses permodalan bagi UKM dan mendesak pemerintah untuk mendukung regulasi dan kebijakan di sektor ini. Selain akses modal, juga akses bahan baku, dalam hal ini tekstil.

*Teknis yang sederhana dalam penjualan jilbab menurut Anda bagaimana ?*

Saat ini kan tekhnologi sudah semakin canggih. Penjualan jilbab bisa dilaksanakan dengan membuat atau memanfaatkan marketplace online yang ada. Lebih kreatif di corak dan model jilbab, yang pada akhirnya bisa lebih spesifik Jawa Timuran, misalnya. Juga dipikirkan bahannya, yang cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia dan negara-negara Timur Tengah

misalnya. Saya yakin akan diterima pasar. Apalagi, dari luar negeri. Saya yakin bahwa produk Jawa Timur akan menjadi icon bagi penjualan busana muslim. Bahkan, bisa jadi Jawa Timur akan jadi ujung tombak untuk Islamic fashion modern.

*Apa harapan Anda apabila produk busana muslim bisa menembus pasar luar negeri ?*

Kalau neraca ekspor kita meningkat kan berbanding lurus dengan income dan devisa yang masuk. Hasil akhirnya pertumbuhan ekonomi meningkat. Dan dampaknya tingkat kemakmuran masyarakat, khususnya pelaku industri di sektor ini juga meningkat. Dan, bila sudah makmur maka saya yakin niatan untuk bekerja di luar negeri sebagai TKI, khususnya TKW, akan bisa ditekan.

Coba bayangkan, para TKW yang berniatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya justru menjadi korban penganiayaan . Dan, ini tidak sebanding dengan pendapatan yang mereka terima.   (LN / tim)