Pemkot Sediakan Rumah Matematika Untuk Warga Surabaya

oleh
foto Pemkot Sediakan Rumah Matematika bagi warga surabaya
foto Pemkot Sediakan Rumah Matematika bagi warga surabaya

Surabaya – BSO – Pelajar di Kota Surabaya kini mendapatkan akses kemudahan untuk “berkenalan lebih dekat’ dengan matematika. Akses itu bernama Rumah Matematika yang lokasinya berada di Balai Pemuda. Rumah yang bisa dimanfaatkan gratis oleh warga Surabaya tersebut diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (05/01/2017).

Selama ini, ada banyak siswa yang “telah salah dalam mengenal matematika”. Jadinya, banyak dari mereka yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang menyeramkan dan sulit. Dan itu terlihat dari nilai matematika pelajar di Surabaya yang rata-rata kurang bagus.

“Selama ini kalau saya datang ke sekolah-sekolah, mereka kalau mau ujian matematika terlihat tegang. Katanya susah. Nilainya juga lebih banyak yang di bawah 6. Makanya saya minta ada Rumah Matematika ini. Saya yakin mereka sebetulnya bisa tetapi takut dulu. Yang terpenting, proses pengajarannya bukan hanya soal nilai tapi dikemas sesuatu yang menyenangkan karena bisa dikaitkan kehidupan sehari-hari,” jelas wali kota.

Nantinya, sambung wali kota, akan ada beberapa relawan dari kelompok belajar yang menjadi tutor/pengajar di Rumah Matematika yang dibuka mulai pukul 14.30 WIB sampai 16.00 WIB lalu sesi kedua 16.00 WIB-17.30 WIB. Pelajar yang ingin aktif belajar di Rumah Matematika, bisa mendaftar di Balai Pemuda untuk kemudian diatur kapan waktu pengajarannya.

“Konsepnya nanti lebih banyak main-main. Supaya anak-anak ini tahu ternyata matematika ini bukan hanya text book tetapi penerapan nya ada dalam kehidupan nyata. Selama ini kan seolah dipisahkan. Padahal dalam kehidupan sehari-hari dipakai,” imbuh wali kota.

foto Pemkot Sediakan Rumah Matematika bagi warga surabaya
foto Pemkot Sediakan Rumah Matematika bagi warga surabaya

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Martadi mengapresiasi positif inisiatif Pemkot Surabaya untuk membangun Rumah Matematika. Menurutnya, keberadaan Rumah Matematika akan mampu menjawab persoalan di Surabaya di mana ada anak-anak yang kesulitan memahami matematika.

“Dari data ujian tim, kemampuan matematika memang masih rendah. Bukan hanya di Surabaya, tetapi juga di Indonesia. Sehingga menurut saya Rumah Matematika ini menjadi penting,” ujar nya.

Martadi berharap Rumah Matematika juga harus menyentuh guru-guru matematika di Surabaya dalam artian meningkatkan kualitas pengajaran nya. Menurutnya, selama ini beberapa guru dalam mengajar matematika masih lebih banyak mengaitkan dengan soal dan menjawab soal. Bukan pada apa gunanya matematika dalam kehidupan sehingga banyak anak yang tidak tertarik. Padahal, anak SD itu cara berpikirnya konkrit sehingga akan susah memahami sesuatu kalau tidak dikaitkan dengan kehidupan riil. Dalam hal ini, Pemkot perlu menggandeng perguruan tinggi sebagai tutor nya.

“Anak-anak yang kesulitan matematika itu awalnya bisa jadi dari guru matematika nya. Sehingga kalau hanya anak-anak tapi guru nya tidak disentuh, hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, saya mengusulkan agar Rumah Matematika ini sekaligus sebagai tempat untuk meng-up grade kompetensi guru. Guru harus diajari cara mengajarkan matematika yang realistis untuk membuat anak menjadi senang belajar matematikaagar dia mengajar matematika secara menyenangkan,” jelas nya.

Martadi juga menyarankan, Rumah Matematika tidak hanya dikhususkan bagi pelajar yang sulit memahami matematika. Tetapi juga untuk membina pelajar yang memiliki kemampuan istimewa dalam matematika sehingga nantinya bisa diarahkan untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat dunia. Sehingga, tidak muncul stereotipe bahwa Rumah Matematika sebagai tempat bagi anak-anak yang bermasalah dengan matematika.

“Kalau itu terjadi anak-anak ndak mau datang karena dianggap bermasalah. Sejak awal harus dibranding Rumah Matematika ini rumah bagi anak-anak, baik yang punya kesulitan matematika, untuk pengembangan guru matematika, sekaligus tempat membina anak-anak yang punya minat khusus matematika,” sambung dia. (red/hum)