
Surabaya – Setelah menggelar inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Kali Tebu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berlanjut ke Jalan Stasiun Wonokromo pada Selasa (21/4/2026).
Di lokasi tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya melakukan peninjauan pengaspalan jalan.
Wali Kota Eri mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan pengaspalan dan pelebaran Jalan Stasiun Wonokromo. Tujuan pengaspalan ini adalah untuk mengembalikan fungsi jalan yang sebelumnya tidak digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, juga untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi lokasi tersebut.
“Jalan ini akan kita aspal sehingga jalur di sini lebih lebar untuk mengurai kemacetan yang dari arah Jagir maupun dari arah Hotel Novotel. Karena kan biasanya bisa macet sampai di sana sampai ke arah traffic light ini,” kata Wali Kota Eri.
Untuk mengurai kemacetan, pemkot tidak hanya melakukan pengaspalan jalan. Akan tetapi, juga berkoordinasi dengan PT KAI terkait pengaturan lalu lintas dan jadwal keberangkatan kereta api yang melintas di Stasiun Wonokromo.
“Saya juga minta, koordinasi dengan Pak Suyoto, Kepala Stasiun Wonokromo untuk menghitung jam, berapa sih kereta yang lewat sini. Maka, satu menit sebelum kereta lewat sudah (dinyalakan) lampu merah, kalau sudah lampu merah, maka tidak ada lagi ekor (kendaraan yang melintas),” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan, Pemkot akan berkoordinasi dengan PT KAI terkait Punden atau makam yang letaknya di dekat area Stasiun Wonokromo. Rencananya, punden tersebut akan dibuatkan akses pintu dari sisi luar pagar pembatas rel kereta api.
“Karena ini pundennya orang Wonokromo, jadi nanti pundennya akan saya kasih pintu. Untuk keselamatan warga, nanti punden itu akan kami beri (pembatas) dinding, jadi warga yang masuk ke dalam punden tidak bisa menyebrang ke rel kereta api. Nanti saya koordinasikan, saya yakin Pak Kadaop akan memberikan ini,” sampainya.
Meski demikian, Wali Kota Eri mengimbau, bagi warga yang nantinya ingin berziarah, wajib memarkirkan kendaraannya di area parkir Stasiun Wonokromo.
“Tapi tetap ini jalannya nggak boleh dibuat parkir, kalau ke punden parkirnya ke tempat yang disediakan oleh PT KAI. Ke sininya (punden) jalan kaki lewat pedestrian,” imbaunya.
Wali Kota Surabaya yang akrab dengan sapaan Cak Eri Cahyadi itu berharap, adanya pengaspalan jalan ini bisa mengembalikan fungsi jalan yang sebelumnya tidak digunakan sebagai jalan. Jalan Stasiun Wonokromo itu sebelumnya terdapat pembatas trotoar, sehingga ketika jam sibuk sering terjadi kemacetan dan antrean panjang kendaraan.
“Jadi kita tata, yang betul-betul memang jalan tapi tidak difungsikan sebagai jalan. Seperti di Kali Tebu itu, sampah semua, dan nggak sesuai fungsinya. Makanya, kita hilangkan tumpukan-tumpukan sampahnya,” sebutnya.
Sementara itu, pedagang pasar tumpah yang biasa berjualan di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo saat malam hari, telah dipindahkan ke tempat lain seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan fasilitas tempat untuk berjualan milik Pemkot lainnya.
“Jadi bu camat sudah mengkoordinasikan itu. Kalau enggak, jalan ini macet terus,” pungkasnya. (*)




