beritasurabayaonline.net
Sospol

Sambung Rasa kampung, Anas Karno : Cegah kenakalan remaja lewat paguyuban sosial

Surabaya – Pemuda menjadi salah satu bagian penting dalam gerak pembangunan kota, maupun secara nasional. Karena, merekalah yang nantinya memegang tongkat estafet pembangunan secara berkelanjutan.

Pemuda dengan segala problematikanya menjadi bahan diskusi “Sambung Rasa” sekaligus halal bihalal anggota Fraksi PDIP Anas Karno, bersama pemuda kampung Nginden Jangkungan pada Kamis malam (26/05/2022).

Turut hadir dalam “Sambung Rasa” itu  Lurah Nginden Jangkungan Novi, penasehat Guyub Pemuda Kampung (GPK) Nginden Jangkungan Suprapto, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para ketua RT setempat.

Suprapto mengatakan, Guyub Pemuda Kampung (GPK) Nginden Jangkungan, berdiri sejak 3 tahun lalu atas inisiatif para pemuda setempat.

“Semangatnya supaya para pemuda disini guyub rukun dan melakukan kegiatan positif,” jelasnya.

Cak Prapto menambahkan, GPK saat ini lebih banyak melakukan kegiatan sosial. Misalnya membagikan sembako kepada keluarga tidak mampu, dan menggelar sunatan massal untuk anak yatim atau  anak keluarga tidak mampu.

“Kemarin menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita membagikan 300 an paket sembako  kepada keluarga tidak mampu. Paket sembako ini didapat secara swadaya dan para donatur,” ungkapnya.

Lebih lanjut Cak Prapto mengatakan, saat  ini ada sekitar 125 pemuda dan remaja, yang menjadi anggota GPK, dan aktif dalam setiap kegiatan.

Anas Karno mengapresiasi keberadaan  GPK Nginden Jangkungan.

“Keberadaan paguyuban pemuda ini bagus sekali. Anak-anak muda diarahkan kepada kegiatan positif yang bersifat sosial. Sehingga terbentuk keakraban dan guyub rukun antar pemuda di kampung disini,” ungkapnya.

Legislator yang menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut menambahkan, dengan adanya kegiatan positif tersebut, para pemuda dan remaja terhindarkan dari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, dan masyarakat sekitar.

“Misalnya mereka terhindar dari narkoba, minuman keras, dan tawuran. Yang beberapa waktu lalu sempat marak terjadi  di sejumlah tempat di Surabaya,” imbuh Anas.

Anas berharap keberadaan paguyuban pemuda di Nginden Jangkungan, menjadi inspirasi pemuda kampung lainnya di Surabaya.

“Keberadaan mereka patut mendapatkan support dari pemerintah kota maupun masyarakat. Supaya mereka lebih bersemangat lagi beraktifitas terutama dalam kegiatan sosial,” pungkasnya.   (*)

 

Berita Terkait