beritasurabayaonline.net
Sospol

Tanggapi Wali Kota Eri Cahyadi Minta Maaf Terkait Banjir Akibat Hujan Deras, Ini Kata Arif Fathoni

Surabaya – Menanggapi Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyampaikan meminta maaf ke masyarakat di media massa terkait banjir disejumlah ruas jalan akibat hujan deras pada Jumat (07/01/2022) sore kemarin

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengaku, baru menemukan pemimpin yang sesungguhnya.

“Saya baru menemukan pemimpin dimasa Pak Eri menjadi Wali Kota,” kata Arif Fathoni. Sabtu (08/01/2022) saat ditemui

Karena, menurut Legislator Golkar ini, kata maaf kepada masyarakat itu diksi yang langkah, tidak semua pemimpin mempunyai keberanian untuk menyampaikan kata maaf.

“Karena masih ada kekurangan dalam rencana pembangunan dan itu menurut saya keteladan yang baik,” ujar Arif Fathoni sapaan akrab Thoni.

Berita permohanan maaf Wali Kota ini, menurut ia, karena masih terjadi genangan air disana sini, dan berjanji akan menyempurnakan dimasa masa mendatang dengan planning (Perencaan) yang holestik

“Saya pikir ini kepimpinan (Eri Cahyadi red) yang luar biasa,” kata Thoni.

Karena, menurut ia, kalau belajar ilmu kepimpinan, tugas kepemimpinan paling sederhana ada dua.

“Yaitu pertama minta maaf kalau masih ada kekurangan dan kedua berterima kasih kepada anggota atau anak buahnya, kalau progamnya tercapai dengan maksimal,” papar Thoni.

Hal itu, kata ia, diksi yang sangat langkah setelah sekian lama tidak pernah mendengarkan pemimpin di kota surabaya menyampaikan hal yang sama.

“Mudah mudahan ini menjadi inspirasi jajaran camat dan lurah menggunakan partisipasi publik untuk bersama sama bagaimana kita menangani banjir ini,” kata Arif Fathoni

Pemerintah kota, lanjut ia, yang membuat perencaan untuk mengurangi genangan yang ada disana sini terkait peningkatan kualitas rumah pompa, saluran air dan lainnya.

“Camat dan lurah mestinya bisa bekerja sama dengan RT, RW dan LPMK,” tutur Thoni.

Karena, menurut ia, untuk membangun gerakan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan seperti di saluran, air sungai dan lain sebagainya.

“Itu bisa menjadi salah satu penyebab penyumbatan saluran air di kota surabaya,” pungkas Thoni yang juga Ketua Partai Golkar Surabaya.  (irw)

 

Berita Terkait