APBD 2026 Ditetapkan Rp 12,7 Triliun, Wali Kota Eri Fokus Genjot PAD dari Aset dan Reklame

oleh -311 Dilihat
Foto teks (Tengah) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Surabaya – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp 12,7 triliun.

Dari total tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 10,898 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer. Sementara PAD diproyeksikan sebesar Rp 8,198 triliun, dengan total belanja daerah direncanakan mencapai Rp 12,731 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penetapan APBD ini akan menjadi dasar percepatan pelaksanaan pembangunan di Kota Pahlawan pada tahun mendatang.

“Kita segera melaksanakan pembangunan untuk tahun mendatang. Karena kita sudah bisa melakukan seperti persiapan lelang dan lain-lain. Prosesnya sudah bisa dilakukan, sehingga nanti Januari bisa jalan,” kata Wali Kota Eri, Selasa (11/10/2025).

Ia juga menjelaskan, proyeksi PAD  tahun 2026 sekitar Rp 8 triliun, akan didorong melalui optimalisasi aset daerah dan peningkatan pendapatan dari sektor pajak reklame.

“Jadi dari setiap tahun kan kita (PAD) sekitar Rp 8 triliun, tapi nanti insyaAllah di tahun depan kita akan banyak melakukan terkait dengan (optimalisasi) aset yang akan kita gunakan. Jadi jangan sampai mangkrak, disewakan,” katanya.

Selain itu, Wali Kota Eri menyebut, Pemkot Surabaya juga akan menambah titik reklame sebagai salah satu langkah strategis untuk menggenjot pendapatan daerah.

“Yang kedua kita akan menaikkan (PAD) dari reklame. Jadi nanti di posisi jalan  itu bisa neon box sehingga bisa terang, tapi yang bayar listrik bukan kita, tapi kita mendapatkan (dari) pendapatan,” jelasnya.

Wali Kota Eri juga menegaskan langkah inovatif dalam peningkatan PAD dilakukan sebagai upaya menutup  defisit akibat pemotongan anggaran Transfer  ke Daerah (TKD).

“Dengan pemotongan TKD, maka kita harus berinovasi untuk menggantikan TKD yang sekitar Rp 730 miliar, yang (pajak) Opsen-nya sekitar Rp 600 miliar, berarti kita kan kurang Rp 1,3 triliun. Maka kita harus bisa inovasi,” paparnya.

Terkait dengan rencana penambahan titik reklame, Wali Kota Eri memastikan akan dibuat secara eksklusif sesuai karakteristik wilayah.

“Kita buat titik baru, tapi titik itu adalah titik eksklusif yang memang kita bedakan ya, jalan yang utama, sama bukan jalan utama,” pungkasnya. (*)