Bentuk Kepedulian, PDIP Surabaya Gelar Khitanan Massal Ringankan Beban Masyarakat

oleh -466 Dilihat
Foto teks: DPC PDIP Kota Surabaya Menggelar Khitanan Massal.

Surabaya – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar khitanan massal yang diikuti puluhan anak anak. Minggu (28/9/2025) pagi

“Hari ini DPC PDIP Kota Surabaya mengadakan khitanan massal,” ujar Yordan M Bataragoa Plt Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Ia menjelaskan bahwa khitanan massal ini sebagai bentuk implementasi kepedulian DPC PDIP Kota Surabaya turun ke rakyat.

“Sehingga kita tetap peduli dengan apa yang menjadi kebutuhan rakyat,” terang Jordan.

Ia mengungkapkan semestinya khitanan massal ini dilaksanakan pada waktu bulan Juni – Juli lalu.

“Tetapi waktu itu karena padatnya  acara, akhirnya kita baru bisa melaksanakan pada hari ini,” kata Jordan.

Untuk jumlah peserta khitanan massal ini, ia menargetkan antara 30 sampai 50 namun kenyataannya yang mendaftar bertambah.

“Tapi ternyata yang mendaftar terus bertambah,” kata Jordan.

Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menambah peserta lagi meskipun secara mendadak sehingga pendaftaran ditutup.

“Data terakhir sampai hari ini yang tercatat adalah 68 peserta,” kata Jordan.

Ia mengatakan sebagian peserta mendaftar sendiri mayoritas dari masyarakat Surabaya yang kurang mampu.

“Ada juga yang daftar melalui pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan,” kata Jordan.

Ia menegaskan khitanan massal akan menjadi agenda rutin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Ini juga adalah dorongan dari Bu Risma ketua DPP PDI Perjuangan yang dulu juga wali kota Surabaya,” kata Jordan.

Meski demikian, kata ia agar DPC DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya melakukan kegiatan yang konkrit turun ke masyarakat.

“Salah satunya khitanan massal ini,” imbuh Jordan.

Untuk itu, pihaknya berharap dengan adanya khitanan massal ini masyarakat bisa terbantu.

“Semoga masyarakat bisa terbantu dengan khitanan massal ini,” kata  Jordan

Menurut anggota DPRD Jawa Timur ini karena memang secara ekonomi yang mendaftar ini kesulitan untuk mengadakan khitan.

“Jadi mereka ini secara ekonomi memang kesulitan untuk adakan ini, tapi mereka juga ingin membahagiakan putranya,” kata Jordan.

Dalam kesempatan, Tri Rismaharini Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan menyarankan DPC untuk melaksanakan kegiatan kegiatan.

“Jadi perintah ketua umum, kita harus lebih banyak mendekat kepada masyarakat,” ujar Tri Rismaharini saat menghadiri khitanan massal

Ia menegaskan, pihaknya bukan hanya butuh suara, tetapi karena situasi dan kondisi masyarakat saat ini membutuhkan bantuan.

“Dan kita juga ada di sisi mereka untuk memberikan bantuan,” terang Risma.

Meski demikian, pihaknya juga  mengaku sempat menghubungi DPC melalui telepon untuk melaksanakan aktifitas.

“Jadi kemarin saya telpon pak Jordan tolong lah lakukan aktifitas yang bisa membantu meringankan beban masyarakat,” tutur Risma

“Dan Alhamdulilah teman teman (DPC PDIP Kota Surabaya) adakan khitanan massal yang sudah lama saya minta,” imbuhnya.

Ditempat sama, Khusnul Khotimah  Ketua Panitia Khitanan Massal DPC PDIP Kota Surabaya menambahkan bahwa khitanan massal ini arahan dari DPP.

“Khitanan massal ini sebagaimana masukan dari ketua DPP ibu Tri Rismaharini, beliau menyampaikan gagasannya untuk menggelar khitanan massal,” kata Khusnul Khotimah.

Ia mengungkapkan bahwa khitanan massal seharusnya dihelat ketika kenaikan kelas beberapa waktu yang lalu.

Namun karena agenda partai yang cukup padat menurutnya khitanan massal baru dilaksanakan bulan ini dan antusias masyarakat luar biasa.

“Awalnya kita antara 30 sampai 50 tapi sekarang sudah mencapai 70 peserta, ini luar biasa,” ungkap Khusnul.

Meski demikian, ia menyadari bahwa dengan keterbatasan waktu tidak bisa menambah peserta lagi untuk khitanan massal.

“Kita harus menyampaikan bahwa tidak bisa menampung peserta lagi karena keterbatasan waktu dan kuota,” terang Khusnul

Oleh karena itu atas arahan dari Tri Rismaharini, ia pun menyampaikan khitanan massal akan dilaksanakan secara rutin pada waktu yang tepat.

“Jadi memang idealnya khitanan massal mungkin dilaksanakan pada waktu kenaikan kelas atau liburan sekolah,” kata Khusnul.

Ia menegaskan khitanan massal ini menjadi tugas tugas kerakyatan yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan

“Dalam rangka bonding bersama masyarakat,” kata Khusnul.

Ia menambahkan peserta setelah di khitan mendapatkan paket bingkisan  berupa sarung, baju koko, konsumsi dan uang saku sebagai transport.

“Kami atas nama partai dan seizin pimpinan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan mohon maaf atas keterbatasan waktu,” ucap Khusnul.

Sementara itu salah satu peserta khitanan massal mengaku senang dan bahagia.

“Seneng sekali,” ucap Ibnu Abas.

Menurut siswa kelas 3 SD ini karena manjadi peserta bahkan mengaku tidak takut apalagi menangis saat di khitan.

“Enggak nangis,” pungkas Ibnu Abas warga Petemon gang kuburan. (irw)