
Surabaya – Komunitas putra daerah yang bernama Arek Suroboyo Asli (ARSAS) datang kantor DPRD Kota Surabaya. Rabu (18/6/2025) siang.
Kedatangan mereka untuk audiensi bertemu menyampaikan aspirasinya kepada Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya.
Ketua Arek Suroboyo Asli (ARSAS) Heri Bimantara mengatakan bahwa hasil pertemuannya mengajukan beberapa tuntutan
“Yaitu terkait penertiban juru parkir (Jukir) Liar,” ujar Heri Bimantara ditemui usai pertemuan.
Selain itu, ARSAS juga berkeinginan untuk dilibatkan di dalam penataaan sentra wisata kuliner (SWK) yang Vakum agar bisa hidup kembali.
“Dan juga memperdayakan kami (ARSAS) sebagai putra daerah,” imbuh Heri
Ia juga menanggapi langkah wali kota Eri Cahyadi dalam melakukan penertiban parkir liar di toko modern
“Bagus sekali,” kata Heri
Menurut ia, karena parkir parkir liar ini melanggar peraturan daerah (Perda) No 3 tahun 2018.
“Tapi sampai detik ini masih banyak juga parkir parkir liar,” ungkap Heri
Terkait masalah parkir parkir liar ini pihaknya menyatakan sepakat untuk mendukung penertiban parkir liar.
“Kami sepakat parkir parkir liar ini ditertibkan,” tutup Heri.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengaku menerima pertemuan dengan Arek Suroboyo Asli (ARSAS)
“Dan mereka menyampaikan beberapa unek uneknya,” ujar Adi Sutarwijono akrab disapa Awi.
ASRAS, ia mengungkapkan mereka tidak ingin arek Suroboyo ini seperti menjadi penonton kotanya sendiri
Bahkan, kata Awi mereka juga ingin berkontribusi terhadap kota Surabaya
“Terutama dalam penataan parkir di kota Surabaya,” katanya.
Selain itu, ARSAS juga menyatakan dukungannya kepada wali kota Surabaya melakukan penertiban dan menghentikan praktek parkir liar
“Sehingga akan di distribusikan ke warga masyarakat dan ARSAS yang akan ikut berpartisipasi mengelola parkir,” beber Awi
Tak hanya perparkiran, ARSAS juga ingin dilibatkan dalam penatanaan parkir di sentra wisata kuliner
“Mereka juga ingin dilibatkan dalam menjaga parkir di SWK SWK,” kata Awi
Pada intinya, menurut legislator PDIP ini untuk menyerap tenaga kerja bagi warga masyarakat kota Surabaya.
“Dimana dalam ikut mengelola SWK SWK terutama parkir,” pungkas Awi. (irw)




