beritasurabayaonline.net
Sospol

HUT Ke 43, PDAM Surya Sembada Surabaya Komitmen Mencegah dan Melarang Korupsi

Surabaya – Di acara peringatan HUT Ke 43 Tahun PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berusaha terus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Pada HUT ini kita bersyukur apa sudah kita sampaikan tadi,” ujar Mujiaman Sukirno Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Minggu (24/11/2019) pagi.

Rasa syukur ini, ia mengatakan, yang pertama kita utamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kapasitas produksi sudah naik 20 persen sekarang menjadi 12.000 / detik,” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan, cakupan layanan sudah hampir 100 persen dan sisanya kita atasi cepat dengan cara memberikan diskon agar supaya gratis yang hampir 200.000 bagi MBR dan bagi masyarakat yang secara skruktural kurang beruntung masih menepati tanah ilegal atau informal

“Kita lakukan suport maksimal dengan cara melakukan master meter sekarang sudah mencakup sekitar 10.000 warga yang sudah kita layani pemasang master meter ini secara gratis,” paparnya.

Terahkir, pihaknya menyampaikan bahwa PDAM memastikan diri selain dari efensiensi usaha, pertumbuhannya sangat baik dan ini akan terus berlangsung karena didukung manajamen yang bertaraf internasional.

“Yang terbaru adalah sistem management ISO 37001 ini adalah satu satunya di BUMD atau di PDAM yang kita berani punya komitmen melarang dan mencegah korupsi,” tuturnya, saat ditemui wartawan.

Pihaknya juga menanggapi salah satu Wakil Ketua DPRD Surabaya agar PDAM Surya Sembada Kota Surabaya responsif terhadap pengaduan masyarakat.

“Alhamdulillah saya secara pribadi sampaikan Insya Allah belum ada satupun orang komplin ke saya yang tidak saya tanggapi, Insya Allah tidak ada satupun yang saya tinggalkan,” tegasnya.

Kedua, ia menambahkan, Humas kami juga sudah upgrade untuk ramah melayani masyarakat dan pihaknya juga memantau karena sistemnya dari situ.

“Setiap laporan saya bisa mendeteksi satu persatu dan saya mengfollowup,”

Selanjutnya melalui media sosial, lanjut ia mengatakan, kalau dulu kita enggak berani tampil karena takut di komplin dan memang begitu tetapi itu ternyata membuat harapan baru kepada masyarakat.

“Kalau tidak tampil di komplin enggak papa, itu adalah pintu karena itu mereka sudah putus asa untuk komplin sehingga melalui tempat terbuka saya siap seperti yang ada di facebook, akan saya kunjungi,” pungkasnya.  (irw)

Baca juga