RSUD Eka Candrarini Segera Dilaunching, Komisi D DPRD Surabaya: yang Penting Proses Pelayanan Terutama Keselamatan Pasien

oleh -406 Dilihat
Foto teks: Komisi D DPRD Kota Surabaya Gelar Rapat Koordinasi Kesiapan Rumah Sakit Surabaya Timur.

Surabaya – Rapat koordinasi terkait kesiapan rumah sakit umum daerah (RSUD) Eka Candrarini di kawasan Surabaya Timur. Senin (16/12/2024) siang.

Rapat tersebut digelar oleh Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama Dinas Kesehatan, DPRKPP dan Plt Dirut RSUD Eka Candrarini.

Akmarawita Kadir Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan rapat koordinasi ini berkeinginan untuk melihat sejauh mana kesiapan rumah sakit Surabaya timur.

“Karena banyak pertanyaan dari  warga,” ujarnya ditemui usai rapat koordinasi.

Selain itu, ia juga berkeinginan untuk melihat kontrak pembangunan rumah sakit tersebut yang seharusnya rampung pada 23 September.

“Tapi sampai bulan Desember ini kok masih belum operasional sehingga banyak warga yang menanyakan itu,” ungkap Akmarawita Kadir.

Karena itu, pihaknya memanggil dinas kesehatan untuk rapat jangan sampai operasional rumah sakit Surabaya timur melebihi tahun 2024.

Rumah sakit Surabaya Timur, menurut Legislator fraksi partai Golkar ini seharusnya akhir tahun ini sudah operasional.

“Ketika kita hearingkan ternyata ada beberapa hal yang harus disiapkan,” bebernya.

Ia mencontohkan seperti perizinan operasional meskipun baru rampung namun besok pada 18 Desember 2024 dikatakan akan dilaunching.

“Dan start operasional di mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) dulu dan rawat jalan,” imbuh Akmarawita Kadir.

Terkait penamaan rumah sakit surabaya timur yang sempat dipersoalkan, ia menjelaskan untuk penentuan nama ini berbeda dengan nama jalan.

“Kalau nama jalan harus ada persetujuan dari dewan,” terangnya

Sedangkan untuk penamaan rumah sakit, ia menyebutkan tidak ada aturan namun yang terpenting menurutnya prosesnya sesuai dengan peraturan kementerian kesehatan.

“Jadi dari kami nama Eka Candrarini ini ya bagus – bagus aja, yang penting  adalah proses pelayanannya terutama keselamatan pasien ketika rumah sakit ini sudah dibuka,” tutur Akmarawita Kadir.

Meski demikian, ia mengajak warga masyarakat untuk menyambut rumah sakit baru di Surabaya timur.

Selain itu, pihaknya juga mempersilakan warga masyarakat yang memiliki BPJS bisa langsung berobat ke rumah sakit Surabaya timur.

“Kalau rawat jalan harus tetap pakai rujakan dan kalau emergency bisa langsung ke rumah sakit tersebut,” katanya.

Untuk itu, ia berharap rumah sakit Surabaya Timur Eka Candrarini yang akan dilaunching betul betul standart minimal diperhatikan.

“Dan saya tadi menyayangkan DPRKPP yang sudah diundang tapi tidak hadir,” ungkap Akmarawita Kadir.

Karena, pihaknya berkeinginan untuk menanyakan terkait bangunan rumah sakit Surabaya timur tersebut.

“Apakah betul betul sudah 100 persen sudah jadi, layak dan aman,” tanya Akmarawita Kadir.

Menurut ia karena masa kontrak pembangunan berakhir sampai 23 September kemarin.

“Lah ini apakah ada masalah disitu,” imbuhnya.

Sementara itu, Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengatakan bahwa kinerja dinas kesehatan secara tim yang tidak hanya pengerjaan pada bidang B.

“Tapi sekaligus menyiapkan gedung dan fisiknya,” ujarnya dihadapan pimpinan dan anggota komisi D DPRD Kota Surabaya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa tim dari dinas kesehatan  juga menyiapkan peralatan dan konsep manajemen seperti apa.

Bahkan komisi D juga sempat menanyakan anggaran pembangunan rumah sakit Surabaya timur, ia menyebutkan 494 miliar dan fisik pembangunan berakhir pada 12 November

“Kemudian pak wali kota juga sidak untuk mengecek kesiapan rumah sakit Surabaya timur yang akan mau dilaunching,” katanya.

Setelah wali kota melakukan sidak  untuk pengecekan bahkan menyatakan, kata ia bahwa minggu depan akan dilaunching.

“Bapak menyatakan minggu depan tanggal 18 kita launching akhirnya kita siapkan semuanya,” beber Nanik Sukristina.

Selain fisik yang sudah disiapkan oleh dinas kesehatan, lanjut ia juga ada tim manajemen yang sudah disiapkan sejak bulan Agustus kemarin.

“Dalam hal ini Bu Betty (drg. Bisukma Kurniawati) ini ketiban sampur menjadi Plt Direktur rumah sakit Surabaya timur yang sekaligus definitif di rumah sakit umum BDH,” imbuhnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku dan mempunyai kualifikasi ia berharap drg Betty bisa mengoperasionalkan rumah sakit tersebut.

Menurutnya karena drg Betty sudah berpengalaman dan bagaimana setelah launching apakah langsung operasional dan lain sebagainya.

“Dari teman teman Bu Petty dan tim manajemen rumah sakit Surabaya sudah terbentuk nanti akan dijelaskan lebih detail lagi,” kata Nanik Sukristina.

Rumah sakit Surabaya timur sendiri, ia menjelaskan tipe kelas C yang menyediakan 150 tempat tidur.

“Mungkin nanti ibu Betty bisa juga menjelaskan secara detail terkait operasionalnya,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan rumah sakit Surabaya timur juga akan menggandeng BPJS, menurutnya karena untuk melayani masyarakat kota Surabaya dengan gratis.

“Sarana yang paling dibutuhkan adalah bergandengan tangan dengan BPJS agar pasien bisa berobat dengan gratis,” pungkasnya. (irw)