Sidak Proyek Pembangunan RPH Osowilangun, Komisi B DPRD Surabaya Soroti Tempat Penampungan Sapi

oleh -452 Dilihat
Foto teks: Komisi B DPRD Kota Surabaya Sidak di RPH Osowilangun.

Surabaya – Komisi B DPRD Kota  Surabaya melakukan inspeksi  mendadak (Sidak) di proyek pembangunan rumah potong hewan (RPH) Osowilangun Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo Surabaya Selasa (5/8/2025) pagi.

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Mohammad Faridz Afif mengatakan, bahwa proyek pembangunan RPH ini hampir selesai namun ada beberapa kekurangan.

“Yaitu terkait tempat penampungan sapi,” ujar Mohammad Faridz Afif ditemui saat dilokasi sidak.

Menurut Legislator PKB ini karena ketika sapi datang tidak boleh langsung sembelih tetapi harus standby selama sepuluh jam agar sapi tidak stres

“Ketika penampungan sapi tidak cukup ini sangat berbahaya sekali bagi RPH,” kata ujar Mohammad Faridz Afif akrab disapa Gus Afif

Untuk itu, Komisi B berharap kepada pemerintah kota Surabaya ada penambahan kandang untuk tempat penampungan sapi.

“Kami berharap kepada pemerintah kota Surabaya untuk menambah tempat kandang (Sapi),” tutur Gus Afif

Ia juga mengingatkan RPH untuk segera melakukan sosialisasi ke para jagal sapi bahwa RPH Osowilangun sudah memenuhi standart.

“Kalau (RPH Osowilangun) disini sudah memenuhi standart,” kata Gus Afif

Meski demikian, kata ia perlu ada penambahan beberapa tempat fasilitas untuk disampaikan kepada pemerintah kota Surabaya.

“Nanti biar pak Dirut menyampaikan kepada pemerintah kota Surabaya,”  tutur Gus Afif.

Menurut ia agar tidak menghambat proses penyembelihan sapi sebab jika berhenti bisa menimbulkan kekacauan di RPH.

“Karena jika ini berhenti dalam sehari bisa terjadi kekacauan di RPH,” imbuh Gus Afif

Terkait kontruksi pembangunan RPH Osowilangun ini, menurut cukup bagus namun hanya tempatnya yang harus betul betul diwaspadai.

“Karena tanah yang ditempati RPH ini berdiri diatas bekas tanah gambut atau tempat pembuangan sampah,” kata Gus Afif.

Sebelum RPH Osowilangun dibangun menurut ia, sampah – sampah yang dahulu ada disini seharusnya diangkut lebih dahulu.

“Karena tadi banyak yang retak retak karena berdiri diatas bekas tanah gambut dan goyang,” pungkas Gus Afif.

Sementara itu, Dirut PT RPH Kota Surabaya (Perseroda) Fajar A Isnugroho menyampaikan terima kasih kepada komisi B DPRD kota Surabaya memberikan perhatian pada pengembangan baru di lokasi RPH tambak osowilangun

“Jadi prinsipnya ini adalah pengembangan RPH Surabaya,” ujar Fajar A Isnugroho.

Sedangkan tempat pemotongan di Penggirian dan Kedurus menurut ia bangunannya yang dirasa cukup tua sehingga Pemkot memberikan bangunan baru.

“Yang lebih representatif, lebih siap dan lebih optimal lagi harapannya begitu,” harap Fajar.

Meski demikian, ketika pembangunan  selesai baik luasan maupun sarana dan prasarana yang sudah sesuai ini RPH Surabaya siap menggunakan.

“Kita akan gunakan meskipun ada handril yang belum terpasang juga ada beberapa kekurangan minor yang belum dilengkapi,” beber Fajar.

“Termasuk juga memberikan pemahaman kepada jagal bahwa lokasi kandang penampung tidak seluas yang ada di Penggirian dan ini juga perlu waktu,” imbuhnya

Untuk itu ketika RPH Osowilangun digunakan, ia berharap RPH Penggirian sebaiknya tetap digunakan secara bertahap.

“Kalau semuanya ditutup, menggunakan disini (RPH osowilangun) takutnya kandangnya kurang,” pungkas Fajar. (irw)