
Surabaya – Menindaklanjuti rencana relokasi RPH Pegirian ke Osowilangun Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo Surabaya.
Relokasi tersebut sempat mendapat penolakan dari mitra jagal sehingga Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar hearing untuk mediasi.
Fajar A Isnugroho Dirut PT RPH Kota Surabaya (Perseroda) mengatakan bahwa rapat terakhir dengan komisi B perwakilan jagal menginginkan ada titik temu.
“Tetapi tuntutan jagal adalah keberatan untuk pindah,” kata Fajar A Isnugroho Senin (20/10/2025) ditemui usai rapat R-APBD Tahun Anggaran 2026 di ruang komisi B DPRD Kota Surabaya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya bersama Pemerintah Kota berkoordinasi menyiapkan skema – skema untuk mengakomodir kepentingan jagal.
“Misalkan dulu jagal mengeluhnya karena jarak, keamanan dan apakah pemotongannya kemungkinan bisa maju mulai dari jam 11 sampai jam 10,” kata Fajar.
Sehingga sebelum subuh jam 03.00 wib harapan mitra jagal, kata ia bisa keluar dari RPH Tambak osowilangun untuk mengejar penjualan ke pasar.
“Kami sekarang menghitung biaya transportasi dari RPH Tambak Osowilangun (TOW) ke pasar Arimbi,” terang Fajar
Namun ternyata ia mengungkapkan bahwa 90 persen para mitra jagal itu menjual daging hasil pemotongan ke pasar Arimbi.
“Itu enggak perlu kita pikirkan,” kata Fajar.
Menurut ia, karena keberatan dari mitra jagal terkait lokasi jangan sampai membebani biaya mitra jagal sehingga menambah biaya daging.
“Itu kita komunikasikan ke Pemkot dan menunggu arahan dari pak staf ahli sebelum kami menemui mitra jagal,” kata Fajar.
Maka itu, pihaknya berusaha untuk mencari solusi terbaik karena menurutnya pembangunan RPH di Osowilangun sudah jadi.
Bahkan Pemkot, ia menambahkan sangat serius menyiapkan lokasi yang representatif lebih bagus dan lebih modern.
“Kalau tidak dimanfaatkan akhirnya tidak optimal makanya kita cari titik temunya dimana,” pungkas Fajar. (irw)




