beritasurabayaonline.net
Sospol

PDIP Surabaya Sosialisasi Beasiswa PIP di Pabean Cantikan dan Semampir

Surabaya – PDI Perjuangan Kota Surabaya melanjutkan sosialisasi beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) di kawasan Kecamatan Pabean Cantikan dan  Semampir, (30/07/2022) Sabtu kemarin.

Puluhan ibu-ibu orangtua wali murid datang barsama puteri-puterinya hadir dalam kegiatan itu. Disosialisasikan bahwa PIP merupakan program Presiden Jokowi melalui Kementerian Pendidikan Nasional.

“Para penerima beasiswa dijaring melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Komisi X, Ibu Puti Guntur Soekarno, dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Surabaya-Sidoarjo,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Acara itu juga dihadiri Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat. Juga Ketua Komisi D Khusnul Khotimah yang kader banteng.

Hadir juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Pabean Cantian, Moch. Azhari. Begitu pula hadir Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Semampir, Zainal Arifin. Serta kader-kader PDI Perjuangan.

Acara di Pabean Cantikan, digelar di kawasan perkampungan di Kelurahan Nyamplungan. Di Semampir, digelar di Balai RW 04 Kelurahan Wonokusumo.

“PDI Perjuangan menaruh perhatian atas terpenuhinya pendidikan bagi para pelajar, terutama dari kalangan wong cilik. Itu sebabnya beasiswa PIP disalurkan kepada warga masyarkat yang membutuhkan,” kata Achmad Hidayat, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Untuk pelajar SD, mendapatkan Rp 450 ribu satu tahun. Pelajar SMP dapat Rp 750 ribu satu tahun, dan pelajar SMA/SMK Rp 1 juta satu tahun.

“Tugas para orangtua adalah mendampingi belajar putra-putri panjenengan. Semoga para pelajar bisa menjadi generasi unggul, generasi yang menguasai ilmu  pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai akhlak yang mulia,” kata Zainal Arifin, Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Semampir.

Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya bidang pendidikan, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas belajar mengajar di Kota Pahlawan ini.

“Khususnya akses pendidikan bagi warga tidak mampu, atau wong cilik, harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Termasuk pembiayaan dari pemerihtah untuk pemberian seragam bagi siswa-siswa MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” kata Khusnul, yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.  (*)

Berita Terkait