beritasurabayaonline.net
Sospol

Hari Pertama PTM Terbatas 100 Persen, Reni Astuti Pantau di 7 Sekolah SD-SMP : Kita Jaga Bersama agar Aman, Sehat, dan Lancar

P

Surabaya – Menandai dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di Kota Pahlawan per Senin (10/1/2022) ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti turut meninjau jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di 7 satuan pendidikan jenjang SD-SMP.

Awal mula, kunjungan pertama Pimpinan DPRD Surabaya tersebut diawali dengan memantau aktivitas PTM Terbatas 100% di SDN Keputih 245 Surabaya.

“Alhamdulillah, hari ini Senin (10/1) saya meninjau pelaksanaan PTM Terbatas 100% yang ada di Kota Surabaya sebagaimana diatur di dalam SKB 4 Menteri, Surabaya masuk kategori A,” terangnya.

Reni menilai pelaksanaan PTM Terbatas 100% dan penanganan Covid-19 saling terkait sebab Surabaya masuk kategori A dalam SKB 4 menteri karena memenuhi kriteria cakupan vaksinasi pendidik dan tenaga pendidik (PTK) di atas 80& dan cakupan vaksinasi lansia lebih dari 50%. Prokes juga harus di patuhi warga sekolah, jarak bangku siswa diatur minimal jarak 1 meter.

“prokes di sekolah dan luar sekolah juga harus terus berjalan karena akan berpengaruh dan ini tugas bersama. Jadi jangan hanya dibebankan ke pihak sekolah karena adanya PTM, lalu aktivitas di luar PTM longgar,” tambahnya.

Seusai ke SDN 1 Keputih Surabaya pihaknya lalu bergabung mel ke sekolah lainnya bersama dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Pimpinan DPRD Surabaya Laila Mufidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh, dan Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto.

Adapun 4 satuan pendidikan yang menjadi destinasi kunjungan berikutnya antara lain SMPN 19 Surabaya, SD Muhammadiyah 4 Surabaya, SMP Santa Maria, dan SDN Kaliasin 1 Surabaya.

“PTM Terbatas 100% hari ini ada yang penuh, jadi semuanya masuk. Ada juga yang bertahap disesuaikan dengan persetujuan orang tua dan kesiapan ruang kelas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Reni juga mendorong Dispendik dalam satu pekan ini untuk terus memantau. Bilamana kondisi berjalan aman, maka untuk pekan depan bisa wajib PTM Terbatas 100% sebagaimana diamanatkan di dalam SKB 4 Menteri, utamanya bagi mereka yang kondisinya sehat.

“Secara keseluruhan relatif berjalan lancar, menurut saya anak-anak ini juga luar biasa karena sudah terbentuk dan punya kesadaran prokes bagus, tentunya ini tidak lepas peran guru dan orangtua,” tuturnya.

Sebelum beranjak, Reni juga menyempatkan berdialog dengan Bu Yani, salah seorang wali murid SDN Kaliasin 1 yang tengah menjemput Kaira buah hatinya dan merasa senang dengan PTM Terbatas 100% tersebut.

“Ini pertama kalinya setelah dua tahun gak ketemu (belajar) tatap muka langsung, jadi dari awal kelas I itu udah Covid-19, baru masuk kelas II ini. Pastinya dia (Kaira) juga senang,” ujar Yani dengan mimik mata tersenyum.

“Saya sebagai orang tua juga ingatkan segala macam ngasih tau gak usah lepas masker, makan dan minumnya masing-masing, gak usah berbagi gitu,” tambahnya

Yani berharap seterusnya anak-anak bisa PTM karena selama pandemi para orang tua juga kesulitan mengikuti model pelajaran saat ini. Tidak ketinggalan, Kaira pun mengutarakan kesannya saat ditanya Reni Astuti  perihal momen perdana masuk sekolah.

“Seru, ketemu guru sama ketemu temen-temen” ucap siswa kelas II SDN Kaliasin 1 itu dengan malu-malu. Ketika ditanya ingin terus PTM atau belajar online ia pun menjawab “Masuk sekolah terus,” balas Kaira dengan nada menggemaskan.

Terakhir, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lalu mengunjungi SMP Kristen YBPK 1 dan SMP Sapta Marga. Tokoh perempuan alumni ITS itu mengatakan bahwa andil anak-anak, para orang tua, dan guru jadi peran penting PTM Terbatas 100% dapat terlaksana.

“Semangat anak-anak dan guru sangat bisa kita rasakan tadi. Moga-moga keceriaan serta semangat mereka terus dapat kita support dan fasilitasi supaya PTM bisa aman, lancar dan sehat terus berjalan. Kita jaga bersama,” pungkas  Reni. (*)

Berita Terkait