beritasurabayaonline.net
Sospol

Raperda Pencegahan Kebakaran, Wakil Ketua DPRD : Tidak Perlu Ada Relawan dan Pansus Diminta Mengkaji Lebih Cermat Soal ini

Surabaya – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna penyampaian tanggapan atau jawaban wali kota atas pemandangam umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah kota surabaya (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A Hermas Thony mengaku, mengikuti dan mendengarkan juga menyimak secara seksama pandangan fraksi secara komperhensif.

“Saya melihat jawaban wali kota yang disampaikan hari ini hampir semuanya terjawab,” ujar A Hermas Thony. usai memimpin rapat paripurna Rabu (02/06/2021)

Usulan usulan yang baik, kata dia, wali kota pun juga membuka diri artinya banyak yang disampaikan oleh fraksi fraksi diamini oleh Wali Kota

“Artinya Wali Kota tidak alergi dengan pandangan pandangan rasional dan cukup kooperatif terhadap hal ini,” kata A Hermas Thony akrab disapa Thony

Tentang usulan relawan relawan yang disampaikan oleh fraksi pun, kata dia, juga mendapatkan respon dari beliau (Wali Kota)

“Nyatanya memang begitu, kami melihat bahwa relawan relawan dipandang tidak perlu,” kata Thony

Karena, menurut Legislator Gerindra ini, wali kota sudah memperdayakan pada tingkatan RW yang sudah dilakukan.

“Menurut saya, itu cukup semuanya dan terbuka apa adanya,” kata Thony.

Raperda penanggulangan kebakaran ini, pihaknya masih ingin mendalami tentang bagaimana mitigasi menjadi sebuah mitigasi bencana kebakaran terhadap masyarakat.

“Itu banyak mendapatkan porsi dan penekanan disana,” kata Thony.

Karena, menurutnya walaupun pemadam disiapkan lebih baik mereka menganggur karena tidak ada kebakaran di surabaya.

“Daripada kita menyiapkan pemadam dan dinasnya bagus kemudian muncul sering banyak bencana,” kata Thony.

Bagaimana mengedukasi masyarakat untuk bisa berhati hati, menurut dia,mulai pertama melakukan desain terhadap bangunan atau kawasan yang akan dibuat dan dibentuk.

“Itu memiliki sebuah penyelesaian atau shelf solution terhadap bahaya bahaya kebakaran,” kata Thony.

Terhadap Perda ini, pihaknya berpikir dan meminta kepada pansus untuk mengkaji lebih cermat bagaimana surabaya selama ini banyak gedung pencakar langit.

“Ketika terjadi kebakaran solusinya seperti apa ?,” kata Thony.

Karena, menurut dia, gedung gedung setinggi seperti disebelah kantor DPRD ini, tidak mungkin pemadam kebakaran menjangkau sampai keatas.

“Tidak mungkin, ketika terjadi kebakaran di pencakar langit itu, dinas kebakaran mungkin hanya wiritan dan berdoa mudah mudahan bisa segera padam gitu saja karana alatnya tidak bisa jangkau,” ungkap Thony.

Untuk mengatisipasi itu, menurut dia, harus ada ketentuan regulasi, bahwa management dari gedung itu harus menjamin keselamatan, keberadaan daripada instalasi pemadam.

“Kemudian kapan keberadaan mereka itu harus dicek, aktif dan berfungsi atau tidaknya ini harus jelas,” katanya

Kadang kadang ada kebakaran, kata dia, ternyata tidak berfungsi dan ketika itu tidak berfungsi, menurutnya hanya merasa kecolongan.

“Mesti harus ada uji secara periodik terhadap fungsi daripada pemadam yang disediakan oleh management gedung tersebut,” tutup Thony. (irw)

Berita Terkait

Leave a Comment