beritasurabayaonline.net
Sospol

Terima Kunjungan Pengurus Kampung, Ketua DPRD Kota Surabaya disambati Banjir hingga Permakanan

Surabaya – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan puluhan pengurus kampung di rumah kediaman jalan Porong Jumat (20/1/2023) malam

Pengurus Kampung antara lain Ketua RT, RW, Tokoh Masyarakat, Bunda Paud, Ibu PKK dan Kader Surabaya Hebat (KSH) se-wilayah RW X Pengampon Kelurahan Bongkaran.

“Malam ini saya menerima kunjungan dari pengurus kampung Ketua RT, RW, Tokoh Masyarakat, ibu ibu PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH) wilayah RW X Pengampon Kelurahan Bongkaran,” ujar Adi Sutarwijono ditemui usai menerima kunjungan.

Legislator Fraksi PDIP ini mengatakan pengurus kampung wilayah RW 10 Pengampon ini menyampaikan beberapa keluhan dan antusias semangat untuk memperbaiki hal hal yang kurang.

“Terkait dengan urusan pembangunan  untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, tentram dan aman bagi warga  yang berdomisili disitu,” katanya.

Selain itu, kata Adi Sutarwijono, mereka  juga mengeluhkan persoalan, banjir dan pohon senantiasa menghantui warga diwilayah RW X Pengampon yang berdekatan dengan jalan raya semut baru.

“Saya memberikan solusi dan ini perlu ditangani secara serius oleh Pemerintah kota Surabaya,” tuturnya

Menurut Adi, ancaman banjir seperti itu jangan sampai berkelanjutan terus yang tiada hentinya bisa menimbulkan keresahan warga setempat.

“Nanti kita akan carikan solusinya yang terbaik,”katanya

Pengurus kampung RW X ini, kata Adi, terlihat sangat antusias menjaga lingkungan, tempat tinggal, kerukunan, dan bergotong royong.

“Jadi tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja, tapi juga mereka inisiatif,” katanya.

Dalam kunjungan silaturahmi pengurus kampung ini, Adi berharap, bersambung terus menerus antara DPRD Surabaya dengan masyarakat lainnya.

“Tadi saya juga berjanji akan datang di kampung RW X Pengampon Kelurahan Bongkaran,” ucapnya didampingi Pengurus PAC PDIP Pabean Cantian Surabaya.

Adi juga berjanji akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan oleh pengurus kampung baik secara langsung maupun berkirim surat ke DPRD Kota Surabaya.

“Misalkan dengan cara berkirim surat pengaduan ke DPRD Surabaya dan nanti  kita akan teruskan ke komisi yang membidangi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 12 Pengampon Kelurahan Bongkaran Hari Pamilih mengeluhkan terkait pohon di depan rumah warga yang ada disepanjang jalan semut baru.

“Tadi saya menyampaikan soal pohon di jalan semut baru yang kebetulan depan rumah warga,” katanya.

Pohon tersebut, menurut Hari, sudah lebat dan besar bisa menimbulkan keresahan yang sewaktu waktu bisa roboh menimpa rumah warga saat hujan deras.

“Jadi ini perlu ada perantingan ini harapan saya dan warga,” harapannya.

Keluhan lain juga disampaikan oleh Ketua RT 11 Pengampon Kelurahan Bongkaran Irwan Djunaidi, adanya genangan air di jalan semut baru akibat hujan tidak bisa masuk ke dalam saluran.

“Akhirnya genangan air akibat hujan ini masuk kedalam kampung diwilayah RT 11  dan RT 10 katanya

Menurut Irwan, kampung diwilayah RT 11 dan RT 10 ini karena berdekatan dengan jalan raya semut baru apalagi kondisi jalannya lebih tinggi dari kampung.

“Jalan raya semut baru ini memang  jalannya lebih tinggi dari kampung kami,” katanya.

Oleh karena itu Irwan berharap, kepada pemerintah kota bisa membantu untuk mencarikan solusi terbaik untuk warga Pengampon

“Terutama diwilayah RT 10 dan RT 11 yang terkena dampak masuknya genangan air akibat hujan ini,,” harapannya

Koordinator Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 10 Pengampon Kelurahan Bongkaran Layli Nur Widya juga mengeluhkan soal pengurangan permakanan untuk anak yatim dan disabilitas yang ada di wilayah RW 10 Pengampon

“Semula permakanan khususnya di RW 10 Pengampon itu 95 tapi sekarang menjadi 80,” katanya

Layli Nur Widya mengungkapkan, secara keseluruhan permakanan untuk anak yatim dan disabilitas diwilayah kelurahan bongkaran sebagian besar dikurangi

“Semula permakanan diwilayah kelurahan Bongkaran total sekitar 300 san, tapi sekarang dikurangi menjadi 200 sekian,” katanya

Untuk itu, Layli Nur Widya akrab disapa Wiwid ini berharap agar DPRD Surabaya  bisa menindaklanjuti agar mengembalikan permakanan seperti semula

“Saya berharap pak Adi Sutarwijono bisa membantu untuk jumlah permakanan seperti tahun lalu,” pungkasnya. (Dim)

Baca juga

Leave a Comment